Ada tempat makan asyik nih di deket rumah. Oya sebelumnya, saya mau bahas soal proyek Support Neighborhood Culinary Bussiness. Jadi semacam proyek kecil-kecil yang ingin saya jalani untuk sekedar memperkenalkan bisnis kuliner di sekitar rumah saya dengan cara menulis di blog. Harapannya tentu saja agar kedai makan mereka bisa lebih dikenal lagi. Hehe..
Kali ini, saya nyoba makan di Mie Jomen Buaran. Mie Jomen ini kepanjangan dari Bakmie Ijo Kebumen. Cabangnya juga ada di beberapa tempat lain, bahkan di Klender sendiri yang saya tahu ada 2, yaitu di dekat rumah susun perumnas Klender, sama di Buaran.
Mie Jomen
Neo Raja Laut Resto
Masih postingan tentang kuliner dari Pulau Bangka nih. Kali ini mau bahas salah satu restoran seafood yang udah legendaris banget di Bangka. Namanya Neo Raja Laut Seafood. Lokasinya emang terpencil, bahkan deket sama kuburan Cina. Tapi kalo main ke Sungailiat, tanya saja dengan penduduk sekitar atau kalo pake jasa tour guide, mereka pasti bisa mengantar ke restoran ini. Cuma ada 1 peraturan yang harus dipatuhi: Siapin duit yang banyak! Karena harganya mahal bingiiits cyyiin...
Yuk, kita mulai dari menu utamanya ya.. Sebagai restoran seafood, otomatis kita harus nyobain olahan paling eksotisnya dong, yaitu kepiting!!. Nah, kali ini saya mesen kepiting saos padang nih. Porsinya gede banget, 2 kepiting besar! Harganya? 280 ribu nih. Rasanya? Udah lah ya, nggak usah dibahas, kalo nggak enak bakar aja restoran ini. Hahaha...
Selain nyobain kepitingnya yang super maknyuuus karena dagingnya tebel, kami juga memesan udang galah saos madu. Yang ini harganya 60 ribu per porsi. Saya udangnya dikit banget, kayanya sepiring cuma isi 6 - 7 udang doang. It means 1 udang sekitar 10 ribu yaa.. Saos madunya mirip saos asem manis nih, lengkap dengan irisan bawang bombay. Pedes-pedes manis, sedangkan rasa madunya justru kalah sama rasa sausnya. Tapi kalo buat udangnya, top banget, puas makan udangnya gede begini. Hehe..
Oleh-oleh Khas Bangka
Wisata kulinernya sudah dibahas, nah apa aja nih oleh-oleh khas Bangka yang bisa dijadikan buah tangan? Ada banyak banget! Kalo kita pergi ke toko oleh-oleh khas Bangka di sekitar pasar Mambo, disana kita bisa memilih aneka kemplang. Saya sarankan untuk bertanya dulu ke beberapa toko agar bisa membandingkan harga. Karena sering kali, dengan barang yang sama ternyata harga di setiap toko malah berbeda.
Wisata Kuliner Bangka
Hello semuanya. Selamat Hari Raya Idhul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Tahun ini saya melengkapi lebaran dengan mudik ke pulau Bangka Belitung, kampung halaman ibu saya. Nah, mungkin pulau Bangka tidak sepopuler pulau pariwisata lainnya seperti Bali. Belum begitu banyak pula yang membahas apa saja kuliner khas pulau Bangka serta oleh-oleh yang menarik untuk dijadikan buah tangan.
Jadi kali ini, saya mau bahas kuliner Bangka apa saja yang menarik untuk dicoba, karena umumnya kuliner Bangka cukup sulit kita temui di kota lain. Makanya kalo pergi kesana jangan sia-siakan kesempatan untuk mencicipi aneka kulinernya.
1. Mie Koba
Yang pertama mau saya bahas adalah mie koba. Yes, mie koba ini adalah salah satu kuliner Bangka yang mungkin lumayan jarang kita dengar ya. Jadi mie ini menggunakan mie kuning sebagai karbohidratnya. Terus kalo untuk kuah, yang digunakan adalah kaldu ikan sehingga rasanya gurih asin namun tidak amis. Dilengkapi dengan irisan telur rebus, bawang goreng, dan irisan seledri, membuat mie koba semakin lezat untuk disantap. Kalo lagi main ke Bangka, mie koba ini bisa dibeli di restoran Mie koba Iskandar, Sungailiat.
Sushiku
Kemaren sempet bukber sama si Ochank di Sushiku, salah satu
restoran Jepang yang baru buka di daerah Pondok Kelapa. Kalo dari luar sih, restorannya terlihat biasa saja, gak bakal nyangka kalo ternyata harga makanannya lumayan menguras dompet.
Terus setelah browsing dari blog lain, ternyata restoran itu emang menjual makanannya dengan harga mahal, karena sang chef denger-denger pernah jadi champion buat masakan Jepang gitu. Makanya dimahalin.. Apakah rasanya sesuai??
Nah, sebelum ngebahas rasa, saya mau ngaku dulu, kalo saya lupa sama semua nama dan harga makanan yang kami pesen. Maklum, ini makannya udah seminggu yang lalu, struk pembayarannya pun hilang ditelan bumi, jadi nggak ada reminder sama sekali deh. Tapi tetap bisa di review, dengan melihat fotonya...
A Glimpse, Solo and The Cafe
Selama gue di Solo, sebenernya ada beberapa kesempatan gue berwisata kuliner sama temen-temen. Tapi karena si bebil (my camera) lagi di Jakarta, alhasil jepretan makanan setiap wisata kuliner tampil seadanya karena ngandelin hp temen. Plis, hp temen, karena tablet busuk yang gue punya ini kameranya nggak mumpuni sama sekali buat food photography.
So, ulasan yang gue tulis juga seadanya nih, tapi lumayan deh buat yang mau cari info tentang tempat makan di Solo. Pasalnya, tempat makan di Solo, terutama yang masih baru-baru, jarang banget ada yang nulis reviewnya di blog. Jadi, gue nyumbang lah, meskipun sedikit. Oke, selamat menyimak...
1. Rocku Ramen
Ini adalah salah satu tempat makan mie ramen di Solo. Mungkin sebagian ada yang familiar sama Popipop Ramen, SO Ramen, Edogawa, atau Poseidon. Tampil simple dan sekelas dengan tempat makan yang barusan saya sebut, Rocku Ramen menyediakan berbagai pilihan ramen dengan kuah kaldu yang asli. Ada yang soyu, miso, dan tidak lupa pula level kepedesan dari ramen itu sendiri ( level 1 - 5).
Harga ramennya mulai dari 17 ribuan. Dan ada menu bentonya juga. Kali ini yang saya pesan ada chicken yakiniku ramen lv.2. Kuahnya terasa asin, padahal yakiniku identik dengan manis. Tapi kaldunya terasa seperti kaldu asli, bukan kaldu bubuk siap pakai. Jadi lebih gurih, lengkap dengan potongan telur dan irisan jamur.
Twitter: @RockuRamen
2. Pasta Story
Sudah banyak cafe dan restoran bernuansa western di kota Solo ini. Yang gaungnya terdengar baru adalah Pasta Story. Lokasinya dekat dengan Tune Hotel. Kisaran harga pasta disini berkisar di 20 ribuan dengan berbagai jenis pasta seperti penne, fusilli, farfalle, dll.
Porsi pasta disini lumayan gede, bikin cepet kenyang. Kali ini gue dan Viska mesen Fusilli Alfredo, Farfalle Carbonara, Mushroom cream soup, dan french fries. Overall, rasanya enak sih, cuma rada keasinan. Buat yang laper bingits, porsi disini bakal bikin kenyang kok.
Twitter: @PastaStoryID
3. Solo I Culinary & Cakes
Bisa dibilang ini adalah reinkarnasi dari Warung Orange. Gue nggak tau sejarahnya gimana, Solo I emang menempati lokasi Warung Orange yang di daerah Kota Barat, menunya pun sama plek dengan Warung Orange, hanya beda judul, bahkan interiornya juga tidak berubah. Gue rasa ini hanya berganti nama saja.
Kali ini, gue dan Viska mesen paket Ramadhan. Gue makan Arrabiatta, yaitu pasta Fusilli with tomato sauce sedangkan Viska makan baked chicken and cheese with red sauce (nama aslinya bukan ini, lupa apaan), untuk appetizer, ada baked cheese and ham french fries.
Rasa pastanya sih, asem pedes gitu. Kalo yang punya Viska lebih asin karena ada melted cheese nya. Yang paling enak justru appetizernya.
Twitter: @SoloICulinary
4. Roemami
Warung pasta di sekitar UNS yang yahud ya Roemami ini. Menyediakan aneka pasta dan susu dengan rasa yang beragam. Karena deket kampus, harganya juga murah dengan rasa yang menghibur hati.
Di kesempatan kali ini, gue mesen paket Ramadhan, yaitu nasi ayam teriyaki dan pepsi blue (17k). Ayam teriyakinya enak dengan kadar asin yang pas dan taburan wijen. Cuma sayang ketipisan, mungkin karena menu paket jadi porsinya ditipisin.
Ada fettucini carbonara yang di pesen ama si Putri. Ini ladanya strong banget, dan menurut gue kurang banyak saus carbonaranya. Tapi pastanya al dente, pas banget. Untuk harga diluar paket, semua pasta under 20 ribu, sedangkan susunya kisaran 10 sampe belasan ribu, tergantung ukuran gelas yang dipilih.
Twitter: @Roemami










































