Powered by Blogger.

Bamboo Dimsum

Bamboo Dimsum
                Adek gue udah lama rebut buat ngajak makan kesini. Secara orang perut kadut kalo denger ada rsetoran buffet yang murah pasti gatel mau kesitu. Akhirnya kita makan kesitu pas gue pulang ngantor. Karena pulang kantor, jadi cuma motert pake Hp, maap-maap potonya burem yak. Dari depan resto emang menarik banget tulisan di spanduknya, Rp. 53.000, all you can eat and all you can drink. Cuus lah kita kesana.

Ambiance
                Suasana makan disini seperti restoran keluarga pada umumnya. Dengan pencahayann lampu kuning dan furniture yang dominan dari kayu, bikin nuansanya family friendly gitu. Mejanya juga agak besar, bisa digeser-geser juga jadi bisa muat banyak orang.
                Ada beberapa hidangan yang bisa langsung diambil, seperti bubum dan kue-kue goreng. Tapi gue nggak nyaranin buat ngambil kue gorengnya, karena bisa bikin cepet kenyang dan rasanya pun kurang enak.



Food
                Gue hamper selalu bingung kalo nulis review makanan buffet. Karena kalo menu buffet nggak ada namanya. Tiba-tiba sampe dimeja dan kita mencoba berbagai menu yang ntahlah namanya apa. Sama halnya dengan Bamboo Dimsum. Disini semua menu nggak tersedia di display. Jadi sistemnya tuh, pelayan akan nyamperin meja kita sambil bawa beberapa hidangan. Terus dia nanya, “Ada yang mau, Kak?”, kalo ada ya kita ambil yang kita mau, kalo nggak ada ya kita harus nunggu dia dateng buat bawa hidangan selanjutnya.
                Oke, malem itu kita makan Cuma beberapa jenis dimsum. Tempat ini, SUPER DUPER NGGAK RECOMMENDED KALO LAGI RAME. LO BAKAL DIKACANGINNN ABIS-ABISAN. Yap, kesan gue tentang restoran ini memang begitu. Sistemnya nggak praktis.


                Eh, balik ngomongin makanan. Rasa dimsumnya sih biasa aja. Ada beberapa jenis dimsum yang rasanya masuk kategori lezat. Nggak tau namanya apa, karena emang nggak ada namanya, jadi saya deskripsiin aja bentuknya. Dimsum kukus yang warnanya ijo isi ayam dan daun bawang itu enak. Ijonya berasal dari pandan yang wanginya terasa saat ngeblend dilidah.


                Dimsum kukus warna putih yang bentuknya mirip gyoza juga enak. Isinya campuran ayam dan udang. Dimsum kukus yang kulitnya rada bening juga enak, itu isinya udang sama jamur. Dan dimsum kukus yang kulitnya kuning, juga enak itu isinya ayam dan udang giling. Udah, yang gorengan menurut gue kurang enak dan kalo ditawarin bakpao sebaiknya jangan ambil karena bakalan cepet kenyang. Tapi kalo mau yang manis-manis berarti ambil bakpao yaa..


                Kalo bête nungguin pelayannya dateng ke meja buat nawarin dimsum, boleh lah ambil semangkuk bubur. Emang sih buburnya plain tanpa topping apa-apa, Cuma irisan ayam dan tambahan kecap asin. Tapi buburnya enak kok. Lumayan lah buat mengobati rasa kecewa karena nunggu lama. Untuk minuman, yang bebas refill Cuma teh tawar anget. Kalo pun mau pake es batu kena charge Rp. 3.000.

Fried Dimsum



Service
                Untuk servicenya? Haduuuh mau bilang apa ya? Yaudah nggak usah panjang lebar, langsung gue tulis per poin aja deh.
1.       Hey owner Bamboo Dimsum, kayanya untuk weekend perlu nambah karyawan deh. Masa pengunjung penuh, 2 lantai, pelayannya Cuma 3 orang?
2.       Hey owner Bamboo Dimsum, mungkin system delivery dimsumnya jangan kaya gitu deh. Kita jadi tergantung sama pelayannya padahal pelayannya sibuk. Mungkin bisa pake conveyor belt atau taro aja di display.

3.       Pelayanannya kalo sepi bagus, kalo rame ancur.

Conclusion
Harga: Skala 1 – 10 = 4 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 5 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10= 4 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Indoor & Outdoor Room, Rest Room
Tempat: wooden
Cocok untuk: Family, Friends



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Naniura


Malem minggu kali ini, adek gue si Ochank pulang ke Jakarta setelah beberapa bulan ngedekem di Semarang. Makanya kali ini kita makan-makan dalam rangka menyambut kepulangan Ochank ke rumah. Ada satu restoran yang udah cukup lama pengen gue datengin. Namanya Naniura yang berlokasi di daerah Kalimalang. Naniura sendiri merupakan nama yang diadaptasi dari kuliner khas Medan yakni ikan yang tidak dimasak dengan cara digoreng maupun dipanggang melainkan dengan racikan rempah-rempah yang membuatnya layak untuk dimakan. Hal ini dideskripsikan dibagian depan buku menunya. Tapi karena nggak mau ambil risiko, kita nggak nyobain menu itu. Akhirnya, kesampean juga buat makan disana. Tapi saying hasil fotonya pas-pasan karena lagi lupa bawa kamera. Huhu.. Yuk, langsung kita bahas pengalaman gue makan disitu.



Ambiance
Restoran ini emang mungil banget kalo dilihat dari luar. Karena terletak jauuuh dibelakang parkiran yang luas. Memang mungil, restorannya nggak lebar, tetapi memanjang ke belekang serta dibangun beberapa tingkat. Malem itu, gue milih ruangan di lantai 1. Interiornya didominasi sama unsur kayu. Pemilihan lampunya berwarna kuning lembut. Pada bagian sisi tembok ada sofa panjang lengkap dengan bantal yang empuk. AC-nya dingin dan bersih juga tempatnya. Mereka juga nyetel lagu-lagu top 40 dengan suara yang sayup-sayup. Overall, nuansanya enak buat ngumpul sama temen atau simple date sama pasangan.



Food
Karena kita pergi berempat, ada lumayan banyak nih menu yang kita pesen. Pertama, mulai dari pesenan gue yaa. Di resto ini, pilihan menu yang paling dominan adalah aneka olahan sushi. Jadi gue pesen sushi yang judulnya Rinzani Roll. Mungkin nama Rinzani diambil dari nama gunung yaitu Rinjani, karena waktu dateng hidangan ini disusun secara menggunung gitu. Rinzani roll ini merupakan fusion sushi yang digoreng dengan isian daging ikan tuna serta paprika dan topping spicy mayo. Hidangan ini enak banget. Porsinya lumayan besar loh, tunanya juga nggak pelit. Apalagi spicy mayonya, bener-bener berlimpahan. Nggak lupa juga untuk memberikan topping tambahan berupa telur ikan supaya makin gress. Cocok banget dimakan pake wasabi dan campuran kecap asin.

Rinzani Roll (Rp. 30.000)

Sushi kedua adalah sushi pesenan nyokap gue yang berjudul Booty Roll. Ini adalah sushi berisi ikan salmon serta cacahan keju yang dibalut nori kemudian digoreng. Ini juga enaaak bangeeet. Salmonnya terasa dan lagi-lagi mereka nggak pelit sama topping spicy mayonya.

Booty Roll (Rp. 30.000)

Si Ochank juga nggak mau kalah, dia mesen 1 porsi sushi isi 4 yaitu Rainbow Roll. Yang ini jenis sushinya lebih authentic karena menggunakan irisan daging tuna dan salmon yang masih mentah. Supaya lebih ajib, silakan cocol ke kecap asin dan wasabi, karena tradisinya memang begitu. Daging salmonnya empuuuuk banget dan nggak amis sama sekali. Yang ada irisan tuna juga enak banget. Teksturnya seperti pudding custard yang lembut dan langsung nge-blend dimulut.

Rainbow Roll (Rp. 28.000)

Selain aneka sushi, kita juga mesen menu lain seperti Beef Curry Yakiudon Large.  Ini menu yang super guide kalo buat gue. Tapi cocok buat perut cowok sih. Udonnya dimasak dengan bumbu curry serta potongan daging sapi. ada juga taburan katsuo boshi yang bergerak-gerak, bikin menu ini semakin gurih dengan rasa ikannya. Rasa currynya pas banget. Pedesnya pas, rempah-rempahnya juga nggak terlalu medok, jadi masih lazim diterima sama lidah kita. Mungkin akan lebih mantep kalo ada irisan bawang Bombay dikuah currynya. Kekentalan kuah curry juga udah pas, nggak bikin eneg.

Beef Curry Yakiudon (Rp. 45.000)

Kalo bokap, karena lidahnya Indonesia banget, doi mesen bento set yaitu Sakura Bento. Ini adalah bento set yang isinya terdiri dari chicken yakiniku, 2 buah kroket udang, salad, nasi, dan miso soup. Untuk chicken yakinikunya, meskipun rada kecil, tapi teksturnya juicy and sooo tender. Jadi bukan ayam fillet yang dominan sama tepung ya. Ini enak deh ayamnya. Terus kroketnya juga enak, teksturnya lembut karena kentangnya direbus dan dilumatkan. Nggak lupa juga untuk dibumbui sehingga gurihnya pas da nada cita rasa udangnya. Miso soupnya juga oke nih, ada daun rumput laut serta potongan tahu tofu. Asinnya sopaaan dan kuahnya seger banget.

Sakura Bento (Rp. 42.500)

Untuk minuman, karena makanan kita udah beragam, kita Cuma mesen cold ocha yang bisa di refill kali ini. Supaya lidahnya nggak bingung karena terlalu banyak rasa. Hehe…

Cold Ocha (Rp. 10.000)


Service
Pelayanan disini boleh dipuji deh. Mereka sigap banget dan masakannya sangat cepat mateng. Kalo laper stadium 3,5 pasti ketolong deh milih makan di Naniura. Good job!

Conclusion
Harga: Skala 1 – 10 = 6 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 8 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10= 7.5 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Tatami room
Tempat: wooden, homy interior
Cocok untuk: Family, Friends, Couple


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ta Wan

Hari Kamis lalu, gue pulang kantor kebetulan dijemput sama nyokap. Pas banget cuaca lagi ujan malem itu, akhirnya gue sama nyokap memutuskan untuk makan di Ta Wan Resto yang terkenal sama olahan buburnya, kita pilih outlet yang ada di Cipinang Indah Mall karena lumayan deket dari rumah.

Ambiance
Suasana di resto ini lumayan homy. Dengan kursi dan meja kayu yang ditata memanjang kebelakang serta pemilihan lampu warna kuning membuat kesan suasana yang hangat. Cabang di cipinang Mall ini emang rada sempit areanya. Lurus panjang ke belakang gitu. Tapi ada juga area outdoor dibagian belakang restoran yang jauh lebih luas dan bisa dipake buat rombongan.




Food
Karena yang jadi best signature disini tuh sajian buburnya, jadi gue sama nyokap pesen 2 jenis bubur ukuran regular. Disini emang bisa milih mau ukuran regular atau large. Dan ternyata pas nyampe di meja, bubur ukuran regulernya pun lumayan gede, mungkin cukup buat dimakan berdua versi perut cewek. Kalo cowok, kayanya 1 mangkuk udah pas.

Gue mesen bubur telur hitam dan udang. Kalo bahasa inggrisnya sih, porridge with a thousand year egg and prawn. Kenapa namanya telur 1000 tahun? Karena warnanya hitam seperti telur yang sudah busuk selama 1000 tahun. Penasaran nih sama rasanya. Untuk buburnya dulu, kirain gue bakalan gurih kaya bubur original khas tiongkok. Ternyata di Ta Wan buburnya plain tanpa rasa. That’s why kita dikaish garam buat nambahin rasa sesuai selera. Udangnya direbus dan teksturnya sangat pas. Nggak terlalu a lot dan nggak bau amis. Kalo telor 1000 tahunnya, itu teksturnya kaya makan cincau hitam. Emang dipotong dadu begitu jadi persis kaya cincau. Rasanya aneh, kaya rasa amis-amis gimnaaa…gitu… da nada asin-asinnya dikit. Bukan rasa yang ramah di lidah orang Indonesia sepertinya, tapi tetap worth to try buat nambahin pengalaman. Hehe… taburan pangsit kriuknya enak, jadi nggak bosen makannya karena ada yang kriuk0kriuk nya juga.

Bubur telur hitam dan udang (Rp. 26.000)

Nyokap gue mesen bubur 3 rasa.  Untuk menu ini, kita bakal disajiin semangkuk bubur dengan udang, cakwe, pangsit, dan ada ikannya kalo gak salah. Nggak lupa juga buat nuangin kecap asin untuk memperkaya rasa. Mbaknya bilang sih, kecap asin ini khusus, ntah nama sebenarnya apa, dia sih nyebutnya itu saus 3 rasa.

Bubur 3 Rasa (Rp. 23.000)


Gue Cuma mesen 2 menu itu doang trus minumnya Cuma teh tawar anget. Jadi nggak perlu diulas ya minumannya. Ada 3 pilihan sambel juga disetiap meja, mulai dari saus sambel, sambel giling, dan sambel ijo yang dicampur.



Service
Pelayanan disini sudah cukup baik. Nggak lelet dan cukup sigap. Ya standar restoran lainnya siiih…

Conclucion
Harga: Skala 1 – 10 = 7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 6 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Indoor & Outdoor seating
Tempat: wooden, homy interior
Cocok untuk: Family


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Chicken Village

Happy holiday all…
Di liburan kali ini, gue sekeluarga main ke Sumarecon Mall Bekasi. Kita milih salah satu restoran yang ada disitu, yaitu Chicken Village. Ini restoran masakan Cina dengan konsep yang rada unik, yaitu pengemis. Ya, karena menu andalah mereka adalah beggar’s chicken, yaitu ayam yang dilapisi tanah liat selama proses pembakaran. Sayangnya, keluarga gue nggak mesen menu itu.

Ambiance
Karena waktu itu lagi makan siang dan cuaca mendung, kita pilih makan di bagian outdoor. Kursi dan mejanya terbuat dari kayu jati yang bentuknya mengikuti bentuk pohon jati. Ada hiasan bunga sakura pink dipinggir jendela. Suasana angin sepoi-sepoi semilir enak banget nih. Mejanya juga bersih semua meskipun siang itu cukup ramai pengunjung.



Food
Karena ini makan siang bareng keluarga menu yang kita pesen juga rada banyak nih. Mulai dari yang utama dulu ya… keluarga gue mesen ikan goreng 2 rasa. Menu ini unik banget deh. Setengah bagian ikan kerapu  digoreng dengan cincangan bawang putih, sedangkan setengah lagi disteam dengan kuah jahe. Buat yang digoreng, rasanya enaaaak banget. Cincangan bawang putih dan cabe kering bikin cita rasa gurih bawang menyatu sama ikannya. Dagingnya pun empuk nggak alot sedangkan bagian luarnya sangat crispy.
Untuk bagian yang di steam, gue pribadi kurang suka. Dipenuhi dengan brokoli dan jamur, ikan kerapu steam ini menggunakan jahe dan lada hitam pada kuahnya. Kalo menurut bokap nyokap yang penggila seafood sih enak-enak aja, tapi buat gue karena di steam rada kecium bau amisnya gitu. Ntahlah…

Ikan goreng 2 rasa (8 ons = Rp. 304.000)

Menu selanjutnya yaitu pesenan gue, ada udang windu mayones. Yang satu ini juga digoreng tepung hingga crispy. Yang bikin special adalah, salad dan mayonesnya manis. Padahal kan ini udang, tapi saladnya itu pake papaya dan timun segar. Saran gue sih, abisin dulu udangnya, kalo udah selesai baru makan saladnya. Karena manis dan menyegarkan banget.

Udang windu mayones ( Rp. 42.800)

Untuk sayur, keluarga gue mesen capcay seafood kuah. Isiannya ada pok coy, wortel, jamur, udang, cumi, dll. Rasa kuahnya gurih tapi gak keasinan. Pas banget. Dimakan pake sambel jadi lebih maknyus.

Capcay kuah ( Rp. 42.800)

Oya, gue merekomendasikan kalian buat nyobain juga nasi hainam buat pengganti nasi putih. selain rasanya enak, nasi hainam emang cocok disantap dengan lauk yang khas banget masakan Cina.

Nasi Hainam (Rp. 7.000)


Sebelum makan dimulai, gue sempet nyobain salah satu dimsum disini, yaitu ayam jamur kulit tahu. This is totally recommended. Enak banget…ayam dan jamurnya ngeblend abis kalo dicocol ke kuah dimsum yang kentel gurih itu. Enak…

Ayam Jamur kulit tahu (Rp. 16.800)

Tapi ada 1 nih menu yang mengecewakan, yaitu tahu goreng kepiting. Tahunya sih enak, lembut, tapi isiannya itu loh… amiiiis >_< kepitingnya amis dan isiannya tuh kebanyakan sagu, jadi kuahnya kentel gitu kaya lendir… iyeekkh…

Tahu goreng kepiting (Rp. 48.800)


Beverage
Untuk soal minuman, karena mesen makanannya udah beragam, keluarga gue minum air mineral supaya bisa menetralisir lidah. Gue beda sendiri, gue mesen Oolong tea. Teh ini gak ada rasa apapun, manis nggak, pahit nggak. Pokoknya tawar. Menuruut gue, restoran ini nggak menyediakan banyak pilihan minuman yang unik, minumannya standar-standar aja sih.

Oolong tea (Rp. 9.000)


Service
Nggak tau deh ya, apakah semua pelayan di resto ini humoris apa gimana? Yang pasti keluarga gue kebagian dilayanin sama waiter yang ngelawak ala bencong gitu (??) Haha, well overall pelayanannya ramah dan cepat kok. Udah gitu kostumnya juga unik, baju compang-camping tapi imut gitu deh. Masuk banget sama konsep restonya yang bernuansa pengemis.

Conclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 8 (1 sangat murah & 10 sangat mahal), makan bertiga abis Rp. 580.000
Makanan: Skala 1 – 10 = 7 (1 terrify & 10 divine)
Minuman: Skala 1 – 10= 4
Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Indoor & Outdoor seating
Tempat: wooden, classic Chinese interior

Cocok untuk: Family, Business Meeting

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lotteria

Tanggal 29 Desember kemaren, gue diajakin meet up sama Shabrina, di Starbucks Lotte Avenue. Nyenengin banget bisa ngobrol banyak soaal temen-temen foodies Jakarta, Shabrina juga ngasih bingkisan mug dari Zomato. Thanks so much yaaa..

Karena gue dateng bareng Andini, selesai meet up kita nentuin mau makan apa. Karena di Lotte Avenue restorannya lumayan pricey, akhirnya kita berdua milih buat makan fast food aja di Lotteria. Udah banyak sih yang nulis review disini, tapi gapapa ya buar tambahan reverensi.

Ambiance
Sebagaimana restoran cepat saji, kita langsung ngantri di kasir buat mesen makanannya. Didominasi dengan warna merah dan tambahan lagu-lagu Korea yang diputer, bikin resto ini terkesan penuh semangat. Sore itu pengunjungnya lagi rame banget, karyawannya pada kelabakkan dan akhirnya banyak meja yang masih kotir belum dibereskan. Dan yang bikin kecewa juga, sabun tangan di washtafel nggak di refill tuh, jadi harus ekstra sabar buat nungguin sabun tetesan terakhir T_T

Food
Ada banyak paket yang tersedia disini. Gue mesen pake namanya Lotteria special combo. Paket ini belom termasuk minum ya. Kita bakal dapet nasi putih, telur dadar orak-arik, salad, chicken ganjong, dan chicken crispy regular. Untuk telor dadarnya, dimasak dengan kematangan yang pas, sehingga masih lembut dan nggak gosong, tapi tetep mateng. Rasanya asin, lumayan buat nyeimbangin nasi dan saladnya yang asam segar. Untuk chicken ganjong, ini adalah menu ayam fried chicken yang dimasak dengan potongan ubi manis dan dibumbuin dengan saus yang manis. Buat yang doyan manis sih bakal suka menu ini, ayamnya juga lembut dan luarnya tetap crispy. Tapi buat yang doyan pedes kaya si Andini, bakalan kurang suka sama chicken ganjong.

Lotteria Special Combo (Rp. 33.182)

Selain itu, ada chicken crispy regular bagian dada fillet. Kita bisa menyantap ayam ini dengan saus BBQ lada hitam supaya lebih terasa. Sausnya enak banget, tapi pedes lada hitamnya lumayan kuat, sukses bikin kerongkongan panas coy. Haha… But the chicken was very tender, juicy, and bonless!
Andini makan menu chicken ganjong plus nasi putih. Kaya gini nih… Porsinya lumayan gede loh… Meskipun yang lebih banyak adalah potongan ubinya.

Chicken Ganjong Set A (Rp. 35.909)

Gue juga mesen potato hashbrown. Kalo dimakan pas masih anget, enak abiiisss… kentangnya ditumbuk kasar, jadi masih ada tekstur crumble-nya, dan ada cincangan bawang Bombay gitu. Jadi gurih banget. Ini enak asli.

Hashbrown (Rp. 8.182)

Oya, minumnya kita nggak mesen yang aneh, Cuma mineral water sama pepsi, jadi gak usah direview ya.

Service
Mungkin karena lagi rame pengunjung, jadi karyawannya pada kelabakkan nih. Bahkan pesenan hashbrown gue lupa dibuat! Huhu…

Conclucion

Harga    : Skala 1 – 10 = 6 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 7 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10 = 5 (1 worst & 10 excellent)
Fasilitas: Indoor seating, K-Pop music
Tempat: Energetic
Cocok untuk: Couple, Friends, Family.

Member card: Available, disc. 10%, and free registration.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lokananta Terrace Resto

Haaii…
Gue udah lama banget gak ketemu sama temen gue yang satu ini, namanya Badai. Tadinya kita mau nongkrong di pasar Santa, secara tempat itu lagi ngehits banget kan? Tapi karena parkirannya penuh, akhirnya gue diajak Badai ke daerah Panglima Polim buat nongkrong di salah satu café yaitu Lokananta Terrace Resto.

Ambiance
Yang pertama kita lihat kalo mau masuk restoran pasti suasananya tuh. Malem itu, karena cuacanya ujan, dari luar café ini keliatan homy banget. Dengan lampu kuning yang redup dan aksen kayu-kayu, memberikan kesan hangat. Pas masuk didalem, ada beberapa spot yang bisa dipilih. Indoor, ber-AC di lantai 1 lengkap dengan sofa. Ada juga ruangan lantai 2. Tapi, karena cuacanya lagi enak, alhasil gue sama Badai milih tempat outdoor seating. Buat yang mau food photography-an, gue saranin milih indoor aja, soalnya kalo outdoor cahayanya minim banget. Jadi susah deh kalo mau foto-foto.



Food
Oke, lanjut ngomongin makanannya. Ada banyak pilihan menu disini, mulai dari western sampe yang asia juga ada. Malem itu, Badai milih makanan appetizer, yaitu Potato Nachos. Menu yang satu ini porsinya lumayan gede sebagai makanan pembuka. Dan rasanya enak banget parah. Kentangnya diiris tipis terus digoreng crunchy. Terus disiram lelehan keju dan toppingnya tentu saja khas Mexico, yaitu minyak zaitu, cincangan cabai rawit, dan juga tomat. Rasanya jadi seger banget. Nggak lupa juga saus sambal yang bisa jadi cocolan. Gue sendiri kurang tau itu sambel apa, yang pasti rasanya gurih pedas, kaya saus barbeque, ditambah sambel sama tomat. Enak banget!

Potato Nachos (Rp. 29.000)

Makanan yang gue pesen malah makanan berat nih, soalnya lagi ngidam makan ikan dory. Kebetulan ada menu yang namanya Panfried Dory. Ini sajian ikan dori yang digoreng tepung terus disiram saus putih sama ada banyak sayuran gitu. Untuk ikannya juicy banget, tapi ntah kenapa udah gak begitu garing, mungkin karena disirem saus putih kali ya? Dibagian bawahnya, ada mashed potato yang lembut dan gurih. Untuk saus putihnya persis saus carbonara yang asin keju gitu. Sayurannya juga banyak, semua direbus hingga lembut dan tingkat kematangannya udah pas.

Panfried Dory (Rp. 54.000)


Beverage
Berhubung kondisi cuaca malem itu ujan sepanjang hari, kita mesen minuman yang anget-anget. Gue liat di papan tulis depan pintu, green tea latte-nya diskon 25%. Yaudah, gue pesen deh hot green tea latte. Minumannya dateng dengan gelas ukuran sedeng, lengkap dengan sekeping biscuit dan gula tambahan. Rasa green tea-nya cenderung manis, kurang pahit. Padahal gue suka tuh green tea yang pahit-pahit gitu. Tapi kalo dimakan pake biscuit jadi nyambung, karena manisnya pas.

Hot Green Tea Latte ( Rp. 27.000)

Badai minum hot cappuccino. Rasanya pahiiit banget. Padahal doi cowok ngopi juga, tapi mengakui bahwa cappucinonya kepahitan. Jadi emang harus ditambah gula deh supaya balance.

Hot Cappucino (Rp. 25.000)


Service
Pelayanannya ramah, cepat, dan mau direpotin. Hehe, soalnya gue sama Badai minta tolong difotoin berkali-kali mereka tetap mau kok. Terus pas ngeliat Badai ngeluarin kotak rokok, mereka langsung cepet tanggap buat nganterin asbaknya.

Conclucion

Harga    : Skala 1 – 10 = 6 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 7 (1 terrify & 10 divine)
Minuman: Skala 1 – 10 = 7
Service: Skala 1 – 10 = 7 (1 worst & 10 excellent)
Fasilitas: Indoor and Outdoor seating, Rest Room, WiFi
Tempat: Homy and Warm

Cocok untuk: Couple, Friends.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Riung Tenda Resto

Setelah beberapa hari mas Oji menghabiskan waktu di Jakarta, tibalah hari dimana mas Oji harus balik ke Solo. Sebelum balik, karena doi naik bis dari Rawamangun, lagi-lagi kali ini kita makan di salah satu restoran yang ada di Rawamangun. Karena dari kemaren udah makan makanan ala luar negri, sekarang kita makan ke restoran Indonesia deh.

Adalah Riung tenda resto yang udah legendaris banget menyediakan aneka masakan Sunda, berlokasi di Jl. Balai Pustaka Timur, Rawamngun yang menjadi tempat kita makan siang. Suasananya enak kok, family banget dan tempatnya luas. Cuma kalo bawa mobil rada susah parkirnya, soalnya penuh terus sih. Hehe…

Menu yang kita pilih waktu itu nggak banyak. Untuk menu utama, kita pesen gurame saos asam manis (Rp. 81.000 ukuran 7 ons). Guramenya gede banget. Dari tampilannya udah menarik banget. Paprika yang warna-warni serta irisan Bombay bikin menu ini makin meriah dari segi penampilan dan juga rasa. Saos asem manisnya lebih dominan rasa manis, Cuma sayang kurang banyak nih saosnya. Kalo ikan guramenya pas, digoreng nggak terlalu kering jadi masih terasa juicy.


Menu pelengkap lainnya yang gue pilih adalah terong bakar (Rp. 8.500). Bentuknya sederhana banget, 1 buah terong dibelah 2, terus diatasnya ada topping sambel terasi. Enak nih, karena dibakar terongnya jadi nggak berminyak deh.


Untuk sayur, ada 2 jenis, yaitu sayur asem (Rp. 9.500) dan lalapan (Rp. 7.000). Sayur asemnya seger, nggak terlalu asem bahkan ada sensasinya manis yang rada malu-malu gitu. Haha… Kalo minum, kita pesen yang standar sih, Cuma teh tawar sama air mineral.



Kesimpulannya, resto ini cocok banget dikunjungin bareng keluarga atau tempat arisan. Soalnya harganya murah, rasanya enak, porsinya gede, pelayanannya juga cepet, dan tempatnya lumayan eksklusif kok. Selamat makan! 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS