Powered by Blogger.

Secret Garden Jogja

Secret Garden Jogja

Yahoooo akhirnya punya kesempatan untuk bermalam minggu sama patjar tertjintah, mas Arief. Kali ini gue diajakin ke salah satu café yang ngehits banget seantero Jogja yaitu Secret Garden. Kata orang, ini café yang romantic banget dan sangat cocok untuk ngedate dengan tema romantic dinner.



Ambience

Bener lah apa kata orang-orang mengenai café ini. konsepnya kuat sekali bahwa mereka menjual tema garden dining berbumbu romantisme. Dari pertama masuk, kita udah disambut sama pemandangan lampu-lampu mungil yang memberikan kesan lembut. Pemilihan furniture juga sangat mendukung dengan dominan warna putih. Tamannya juga luas sekali hingga terbagi menjadi beberapa area. Lengkap dengan water fountain bertemakan cupid pada central area garden.


Kalau mau spot yang super romantic, bisa booked di area dekat hiasan berbentuk hati. Selain tempatnya eksklusif karena beratap dan berpanggung, desainnya pun sangat romantis. Ada pula area garden dimana kursi dan meja tersusun rapi diatas rumput. Tapi PR banget kalo pas hujan. Sekedar saran, kalau mau ngedate disini sebaiknya booked dulu saja, karena kalau malam minggu pasti ruameee buangett…



Food

Karena ini merupakan romantic dinner yang sangat langka terjadi, gue dan patjar memesan cukup banyak makanan meskipun perginya cuma berdua.  Olreit, kita bahas satu per satu ya…

Chicken Bruschetta (Rp. 17.000)

Sebagai makanan pembuka atau appetizer, kita milih chicken bruschetta. Terdiri dari 4 potong roti baguette, topping yang digunakan adalah cincangan daging ayam, keju, dan  mayoanise. Overall arasanya enak banget karena kejunya cukup generous. Yang agak disayangkan adalah, daging ayam yang digunakan tidak 100% fillet dada ayam, karena di beberapa potong kami menemukan potongan tulang ayam. Jadi kurang cantik kan makannya…



Iga Bakar (Rp. 60.000)

Menu pesenan patjar nih, gue nggak bisa kasih komen buat menu ini karena gue nggak makan hewan berkaki empat. Tapi menurut patjar sih, dagingnya empuk banget, lembut, dan bakarnya nggak terlalu kering. Gue nyobain kuahnya sih, dan rasanya gurih banget, nggak keasinan tapi pas buat disiram sedikit demi sedikit ke nasi putihnya.



Pan Fish with Secret Spicy Chef Sauce (Rp. 35.000)

Agak diluar ekspektasi. Kan dari namanya udah bule banget yak, kirain mah bakalan banyak pake keju sama chilli powder. Ternyata ini ikan kakap pake saus kemangi. Yes, kemangi. Jadi ada bau-bau kemanginya banget yang notabene sangat khas Indonesia. Rasa pedasnya pas, agak ketutup sama si kemangi. Ikannya lembuuut banget Cuma sayang sausnya agak sedikit oily.



Chocolate Hotplate (Rp. 25.000)

Untuk dessert, gue pesen yang rada unik yaitu chocolate hotplate. Tersaji dengan hotplate ala-ala steak, menu ini cocok banget buat pecinta coklat pahit macam gue. Karena menu ini menggunakan kue brownies panggang sebagai bahan utama. Juga disajikan dengan 1 scoop vanilla ice cream dan semnagkuk kecil coklat leleh. Browniesnya super enak karena ada tekstur kacang cincang pada bagian topping. Be carefull, yang nggak doyan pahit nggak usah pesen ini karena browniesnya udah pahit ditambah gosong karena ditaro di atas hotplate.



Secret Lava (Rp. 24.000)

Sedikit berbeda dengan dessert sebelumnya, menu pesenan patjar lebih cenderung manis dan juga smooth. Adonannya sangat fluffy dengan topping vanilla ice cream. Seinget gue dalemnya ada coklat lelehnya sih, tapi kayanya karena dimakan belakangan alhasil coklat lelehnya menyatu dengan adonan kue. Too sweet kalo buat gue yang lebih suka coklat pahit.



Beverages

Strawberry Smoothies (Rp. 18.000)

Untuk menyegarkan mulut setelah makan yang manis-manis, pilihan jus strawberry merupakan pilihan yang tepat. Rasa segar dan sedikit asam dari strawberry bener-bener pas buat menetralisir. Tapi minuman ini kurang cocok disebut smoothies karena es batunya terlalu banyak dan cenderung crumbling. Seharusnya smoothies tidak menggunakan es batu sebagai pendingin, melainkan ice cream. Jadi hanya ada buah strawberry dan strawberry ice cream, that’s why it’s smooth.



Chocolate Secret Original (Rp. 16.000)

Pernah makan wafer superman waktu jaman masih kecil? Gue dan patjar sepakat bahwa minuman ini punya cita rasa yang mirip dengan coklat superman! Enak bangeeeettt.. very thick, lil’ bit bitter yet sweet. Terus ada kayak gumpalan coklat yang nggak keaduk merata gitu. Favorit banget minum coklat yang masih ada gumpalannya. My fave!



Service

Pelayanan disini lumayan bagus. Meskipun kondisi cafenya lagi super rame dan hectic, makanan tetap datang dalam waktu singkat. Sayangnya urutan datangnya makanan justru kebalik ntah kenapa. Pesenan kita yang pertama dateng adalah dessert, which is semua yang kita pesen pake es krim. Salah banget dateng di awal. Terus main course baru deh appetizer. Kedepannya semoga dapat diatur sesuai tata cara makan yang baik.

Untuk mas Arief, well, terimakasih banyak ya sayaaang, karena udah ngajakin ke tempat romantis begini almost in every month! So happy to be with you :*


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.2 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.8 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.5 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, garden area, live music, romantic photo spot, semi outdoor area, rest room, romantic cage area, parking


Tempat: Totally romantic garden cafe


Cocok untuk: Couple, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Two Stories Good Food and Drink

Two Stories

Kali ini gue pergi ke Bogor sama temen-temen kantor. Langka banget nih bisa punya kesempata kaya gini. Si Puti yang notabene anak Bogor asli, ngajakin kita buat makan-makan di café milik Lucky masterchef, yaitu Two Stories. Tempatnya ngehits banget sampe susah dapetin parkir. Huhu…

Ambience

Nuansa disini menurut gue sangat kental perpaduannya anata modern minimalis namun ada unsur industrialnya. Didominasi oleh warna gelap dengan pemilihan furniture serba hitam, Two Stories mampu menata ruangan hingga terkesan catchy dan modern tentunya. Desainer Two Stories juga cerdik dalam menciptakan spot yang instagrammable banget kalo kata anak muda jaman sekarang.



Biasanya pengunjung berfoto di depan tulisan tell your story pada lantai 2. Dengan menyediakan spot foto tersebut, secara tidak langsung Two stories melakukan pemasaran yang sangat strategic, karena spot itu biasanya diposting pengunjung ke berbagai medsos. Areanya ada yang indoor tapi tetap paling keche ya area outdoor di lantai 2.



Food

Crispy San Choy Bau (Rp. 27.000)

Menu appetizer ini lebih cenderung seperti sajian Chinese food. Jadi ayamnya dipotong dalam ukuran bite size kemudian dimasak dengan saus teriyaki. Yang bikin unik adalah karena ada tambahan rebung. Ketika tersaji seperti mencium bau lumpia khas Semarang. Sayangnya, rebung disini agak bau pesing sehingga merusak cita rasa teriyakinya.



Calamari Ring

Nah, kalo yang ini sih enak banget buat dijadiin camilan. Cuminya nggak alot, tepungnya pun sangat crispy. Dicocol ke saus mayonnaise yang gurih, jadi enak banget. Mayonnaise nya bukan yang asam ya, tetapi sedikit gurih karena ada campuran bawang putihnya. Cuma sayang porsinya terlalu sedikit.



Durian Rissoles (Rp. 27.000)

Buat fans berat duren, boleh banget pesen menu ini sebagai dessert. Sayangnya gue nggak sempet motret ketika risol duren ini dibelah dua. Dalemnya tuh daging duren yang meleleh-leleh, terus kita cocol ke es krim vanilla. Ah mangstaaabbb…



Choco Lava
Dessert yang lagi familiar banget di berbagai café. Choco lava di two stories punya tingkat kemanisan yang pas, lembut, tapi sayang coklat lelehnya udah menyatu dengan adonan kue. Jadi pas dipotong nggak ada lavanya. Huhu..



Nasi Goreng

Yang pesen main course sore itu Cuma si Paksi pacarnya Puti dan gue nggak nyobain makanan ini. So, no comment.



Beverages

Green tea delight

Gue pesen minuman green tea sore itu. Ternyata green tea disini cenderung manis, bukan pahit seperti matcha yang gue harapkan.



Squash

Minuman yang pas banget buat menyegarkan dahaga serta menetralisir mulut karena udah makan ini itu. Buahnya ada potongan apel, strawberry, dan juga mangga.



Service

Pelayanannya oke bahkan mereka dandannya keche, jauh lebih keche dari gueh T_T


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.5 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, outdoor area, rest room, parking, thematic photo spot


Tempat: Modern minimalist, industrial,


Cocok untuk: Friends, Couple

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Papajack Kopitiam

Papa Jack Kopitiam

Siang itu gue sama nyokap lagi pengen makan peranakan cuisine, jadi kita pilih makan di Papa Jack Kopitiam. Untuk cabang Kalibata city, letaknya ada di outdoor area, jadi otomatis nggak ada ruangan berAC nya nih.

Ambience

Untuk suasana makan di restoran mungil ini lumayan klasik sih. Yang bikin asoy justru karena space nya terbuka sekali sehingga banyak angina sepoy-sepoy yang bikin adem. Areanya tidak begitu luas, dengan penataan yang standard an pernak-pernik ala peranakan, bisa dibilang nuansa klasiknya lumayan dapet.



Food

Koay Teow Soup with Steamed Chicken (Rp. 43.000)

Buat yang suka menu kwetiaw rebus mungkin bisa coba menu yang satu ini. Terdiri dari kwetiaw dan tauge, menu ini menggunakan kuah dengan cita rasa asin pedas yang lumayan pas. Kwetiawnya memiliki tekstur kenyal yang pas dengan porsi yang juga lumayan besar. Sayangnya untuk kuah kwetiaw ini cenderung kurang gurih.  Menu ini hadir dengan 2 tempat makan terpisah, yakni sajian kwetiaw dan ayam rebus.



Untuk ayam rebusnya, bagian yang digunakan adalah dada fillet. Ayamnya lembuuuut banget dan ada tambahan kecap asin yang merendam bagian dasar daging ayamnya. Tidak perlu banyak bumbu untuk ayamnya, karena tekstur lembutnya sudah memenangkan penilaian untuk menu ini. Overall, sajian kwetiaw dan ayamnya lumayan oke meskipun untuk kwetiawnya sendiri sedikit kurang gurih.



Dry Curry Mee with Foo Chok and FishCake  (Rp. 42.000)

Menurut berbagai rekomendasi, Papajack Kopitiam ini signature dishnya adalah curry mee versi dry. Jadi gue cobain menu ini. memang rasanya lebih berani dari yang kwetiaw rebus. Karena digoreng, bumbunya lebih cenderung manis, mungkin kecap manisnya agak kebanyakan dan juga terlalu oily. Dan fish cake disini rasanya mirip pempek candy dari Palembang, enak sih, tapi kurang banyak. Sedangkan Foo Chok adalah sejenis lumpia gireng isi udang yang familiar sebagai sajian dimsum. Yang bikin menu ini istimewa adalah karena bumbunya kuat sekali sebagaimana masakan peranakan pada umumnya.




Beverages

Iced Lychee Syrup Tea (Rp. 29.000)

Untuk minumannya standar aja sih, teh dengan campuran essence leci serta sepotong buah leci asli. Manisnya pas namun ada sedikit sensasi pahit dari campuran lecinya.



Iced Markisa (Rp. 29.000)

Minuman pesenan gue juga cenderung standar, seperti sirup markisa botolan. Untuk rasanya terlalu kemanisan.



Service

Pelayanan di Papajack kopitiam cabang Kalibata city ini lumayan ramah sih. Masakannya juga matang dalam waktu singkat. Yang bikin sedikit kecewa adalah, ada satu pelayan yang nyeletuk gini pas gue sibuk motret makanan, “Yaelah, mie aje dipoto!”, sambil berlalu dari samping meja gue. “So, what gitu loh? Gue Bayar!” Pengen dibales gitu rasanya. Untuk kedepannya semoga cara berkomunikasi para karyawan bisa di training lebih baik lagi.


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.3 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.2 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, 


Tempat: Casual Dining


Cocok untuk: Family, Business Comrade

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Roemah Kuliner XXI Cikini

Roemah Kuliner


Gara-gara baca ulasan kuliner di Kompas minggu, gue sama nyokap jadi tertarik buat nyobain wisata kuliner di bioskop legendaris daerah Cikini, yaitu Metropole XXI. Ada kawasan Food Court di lantai atas yang bertajuk Roemah Kuliner.

Ambience

Untuk nuansanya lumayan asik nih. Terkesan modern, classy, tetapi tetap klasik karena pelayannya mengenakan pakaian tradisional betawi ala encim-encim gitu. Tempatnya sangat bersih dengan pencahayaan yang bagus karena ada jendela disepanjang area restoran.



Ada banyak pilihan stan disini yang bisa kita beli sajiannya dengan menggunakan kartu isi ulang. Jadi system makannya persis di eat and eat gitu lah. Cuma sayangnya pas gue dateng banyak stan yang belum siap (gue dateng jam 16.00).




Food and Beverage

Ayam Bakar Sayur Bunga Pepaya
Menu pesenan nyokap pas banget buat mereka yang doyan masakan khas Manado. Karena tumis bunga papaya ini memang nggak semua orang cocok untuk mengkonsumsinya. Rasanya cenderung pahit namun teksturnya garing. Bumbunya sendiri lumayan pedas sehingga kombinasi rasanya cukup unik. Ayam bakarnya mengimbangi menu ini dengan cita rasa cenderung manis. Dagingnya empuk dan tidak alot.



Soto Lamongan
Menurut gue ini soto lamongan porsina lumayan gede loh. Isiannya terdiri dari setengah potong telur rebus, bihun, daging ayam suwir, dan kembang kol. Sayangnya menurut gue soto lamongan disini pelit bumbu koya, padahal kan yang bikin nikmat bumbu koyanya itu. Nah, sebagai pendamping kita bisa menambahkan bakwan jagung dan perkedel kentang yang lembut.



Es Campur
Sebenernya gue berekspektasi kalo es campurnya bakalan pake kuah santan kaya es teler. Tapi disini es campurnya hanya memakai sirup coco pandan, terus isiannya ada dawet pandan, nata de coco, cincau, dan pacar cina. Rasanya biasa aja sih, nggak sespektakuler es campur Bandung deket rumah. Hehe…



Service
Untuk pelayanan disini, karena sistemnya pakai debit card gitu, jadi kita harus self service banget. Kita dateng ke counter yang pengen kita pesen, terus menunggu makanannya hingga jadi. Menurut gue sih, pelayanan harus ditingkatkan lagi nih, mulai dari persediaan makanan, serta cara melayani konsumen. Pasalnya ketika konsumen sedang datang membeludak, pelayan disini cenderung nyuekkin konsumen dan bertampang agak jutek gitu. Padahal kan kita bayar ya…


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.3 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, elevator


Tempat: Casual Dining, modern but classic


Cocok untuk: Family, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lawangwangi Creative Space

Aaaakkk seneng banget akhirnya bisa weekend bareng pacar tercintah… Kali ini Arief ngajakin gue ke tempat yang sesuaaaiii banget sama impian gue. Well, honey, thanks so much for making my imagination came true! Aku suka banget diajak ke tempat tinggi dan sejuk, tempatnya romantis deh.  Udah gitu ada creative space nya yaitu gallery seni yang bisa kita lihat. Okai, kita bahas ya soal tempat yang special ini.



Ambiance

Seperti yang udah gue sebut tadi, tempat ini super special karena menawarkan pemandangan cantiiiik dari atas bukit dan pepohonan hijau. Yang paling menarik lagi, ada spot yang bener-bener asik banget buat berfoto, yaitu di jembatan kayu. Gue saranin reserved tempat dulu kalo mau makan kesini, supaya dapet spot paling cakep. Soalnya kalo mau makan diluar atau balcon, biasanya ngantri. Dan satu lagi, jangan pergi kesini malem hari ya, karena gelap banget nggak banyak yang bisa dipandang.



Food

Salmon?? (Lupa namanya)

Karena ini makan siang special, Arief mesen salmon dengan saus yang juga unik. Sausnya terbuat dari kentang yang diblender halus dicampur dengan cabai sehingga rasanya gurih, pedas, namun memiliki tekstur yang lembut dan smooth. Ikan salmonnya dimasak dengan cara pan fried. Kematangannya pas, tetap juicy dan tidak terlalu kering. Bagian kulitnya garing, sangat pas ketika dipotong dan dimakan bersamaan dengan dagingnya yang lembut. Sebagai pendamping, French fries dan salad dipilih sebagai karbohidrat dan seratnya. Tapi untuk salad, menurut gue wortelnya ketuaan dan harusnya pake mayonnaise.



Fettucini Carbonara

Gue pesen sajian pasta carbonara. Kita bahas tekstur pastanya dulu. Pasta fettucininya kurang al dente, mungkin dimasak sedikit lebih lama lagi baru bisa dibilang al dente. Jadi kemaren masih agak sedikiiiiiit keras teksturnya. Porsinya lumayan besar menurut gue.


Nah untuk saus carbonaranya boleh diacungin jempol deh. Rasa gurihnya pas banget dengan cita rasa keju yang medhok. Kekentalannya juga pas, ditambah lagi terdapat irisan smoked beef yang bikin menu ini makin enak. Saran gue sih, lebih enak lagi kalo ditambah irisan jamur champignon. Oya, roti baguette nya keras euy. Udah nggak garing.

Beverages

Minty Latte

Karena suara lagi agak serek, kali ini gue mesen minuman hangat namanya minty latte. Tampilannya unik dengan warna yang berlapis. Jadi minuman ini terdiri dari beberapa butir kismis pada bagian dasarnya, lalu ada gula cair dan esens mint. Bagian tengah ada campuran susu, kopi, dan foam. Dipercantik dengan sepotong chocolate cookies sebagai pendamping menikmati minuman ini. ketika diaduk, rasa yang dominan adalah kopi dan susunya, bukan rasa mint nya. Ya ada sih, sensasi sejuk ala-ala mint, tapi nggak dominan.



Pinacolada

Arief pesen minuman dingin dengan nama unik. Ternyata, Pinacolada adalah campuran dari buah leci, soda, sirup, nanas, dan soda. Rasanya nyegerin banget dengan tingkat kemanisan yang pas. Campuran sodanya bikin sensasi shock after taste, tapi tetap balance kalo diminum sambil makan potongan buahnya.




Overall, tempat makan yang satu ini emang kece banget buat didatengin sama pasangan maupun teman-teman. Cuma sayang area parkirnya susyaah cyiiin.. kudu expert bawa mobil. Hahaha.. well, once again thanks so much, honey. Seneng banget diajak kesini :* 



Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = ??? (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 8 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, great outdoor view, wooden bridge for photo shoot, art gallery, souvenir and gift shop, design space,  prayer room, rest room, parking area, live music


Tempat: Romantic, Natural, cozy


Cocok untuk: Couple, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Armor Coffee Bandung

Setelah makan cantik di Lawangwangi, gue dan Arief melanjutkan perjalanan ke Taman Hutan Raya. Disini ada coffee shop yang punya nuansa unik, namanya Armor Coffee. Untuk masuk ke lokasi ini, kita ditarik uang tiket masuk. Ntah hitungannya gimana, pokoknya 1 mobil 2 orang totalnya Rp. 32.000, mahal yah?


Armor Coffee itu sendiri terletak dekat pintu masuk sebelah kiri. Saat masuk, kita bisa melihat bangunan kayu berdinding kaca sebagai tempat pembuatan kopinya. Area pemesanan juga disini. Nah, tempat yang menjual ambiance ini memang punya konsep yang berbeda. Kita bisa pilih duduk di area outdoor, ditengah pepohonan pinus dan didepan danau.


 Pokoknya kalo soal nuansa, armor coffee punya konsep yang ciamik banget. Gimana soal minumannya? Well, karena kita udah kenyang, jadi disini gue dan Arief Cuma pesen 2 minuman. Gue pesen green tea murni yang disajikan dalam tea maker. Biasa aja sih, tapi lumayan menyegarkan karena sebelumnya makan makanan yang berat.


Sedangkan Arief mesen teh tarik, soalnya dia nggak bisa minum kopi. Jadi kali ini nggak ada yang mesen kopi deh. Oya, teh tariknya enak kok, nggak terlalu manis dengan thickness yang pas jadi nggak bikin eneg.



Overall, Armor Coffee asik banget buat nongkrong dan yang paling penting harganya murah-murah loh! Cuma sayang tiket masuknya yang justru mahal T_T

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Roti Gempol

Perjalanan wisata kuliner di Bandung masih berlanjut nih. Kali ini, gue diajakin Arief buat nyobain salah satu jajanan ringan yang ngehits banget dikalangan mahasiswa. Lokasinya emang agak masuk ke gang-gang gitu ya, tapi kalo dari kampus ITB lumayan deket kok.



Roti Gempol ini menyediakan berbagai menu roti bakar dengan aneka topping. Untuk urusan ambiance, memang sederhana sekali. Bahkan cenderung sempit. Penataan ruangannya menggunakan sofa panjang dengan meja bundar kecil yang disematkan ditengah sofa. Kalo buat ngobrol berdua sih asyik, tapi kalo perginya bergerombol, rada ribet sih.



Nah untuk menunya sendiri, malem itu kita pesen 1 jenis yang manis dan 1 jenis yang asin. Untuk yang manis, Arief pesen topping meses coklat dan kacang. Sebenernya biasa aja sih, standar roti bakar pada umumnya kalo yang manis ini.

Untuk menu roti bakar asin, kita pesen yang komplit. Nah, topping komplit disini terdiri dari telur dadar, parutan keju, dan ada selembar daging ham yang bikin menu ini jadi mengenyangkan. Oya, Roti Gempol ternyata punya saus sambel home made yang rasanya enak loh. Kaya ditambah bubuk garlic gitu jadi lebih gurih. Pas banget buat jadi olesan di roti bakar asin ini.



Kalo minumannya, bisa pilih Addictea, ini minuman kreasi UKM setempat yang tersedia dengan berbagai rasa. Karena gue suka banget green tea, jadi Arief pesenin yang rasa green tea. Rasanya enak, mirip green tea latte merk Allure. Harganya 10 ribu aja sebotolnya.




Overall, untuk sekedar ngemil dan nyantai simple, Roti Gempol bisa jadi pilihan nih. Harganya lumayan murah rasanya juga enak. Cuma sayang tempatnya kurang nyaman buat nongki berlama-lama.

Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, 


Tempat: Greasy Diner


Cocok untuk: Couple, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS