Powered by Blogger.

Pizza E Birra



Horray, akhirnya setelah lama nggak ketemuan sama mas patjar, kali ini kita bisa pergi malem mingguan bareng! Sebelumnya mas patjar ngirimin foto pizza manis dari instagram. Terus dari situ, kita mulai browsing restoran pizza mana aja yang punya menu pizza sebagai dessert. Dari hasil browsing, akhirnya kita memutuskan untuk menghabiskan malam minggu di Pizza E Birra Plaza Indonesia.



Ambience

Pizza E Birra di Plaza Indonesia ini terletak di level  5, dekat dengan Urban Kitchen. Tempatnya nggak terlalu besar sih. Tapi ada area smoking dan non-smoking. Nuansanya dominan berwarna gelap dengan furniture kayu dan dinding bergoreskan kapur.


Malem itu tempatnya lagi rameee banget. Hokinya, kita dapet tempat duduk di sofa yang menghadap ke jendela, sehingga lebih leluasa untuk motret dan ngobrol. Cuma sayang pencahayaannya memang dibuat remang-remang dengan lampu kuning gitu. Overall, tempatnya asyik dengan suasana cozy.

Food

El Diablo (Rp. 52.000 – Reguler)

Sebagai appetizernya, kami memesan chicken wings yang menjadi signature appetizer dari Pizza E Birra ini. El Diablo ini adalah racikan sayap ayam dengan bumbu pedas. Namun saat kami coba, ternyata tidak pedas sama sekali. Bumbunya cukup thick dan meresap ke daging ayamnya, tetapi tidak pedas. Kami justru merasa ada sedikit asam dari perasan jeruk lemon pada sausnya.  Sebagai appetizer, menu ini lumayan enak karena bumbunya sangat meresap dan lebih baik dikonsumsi selagi hangat.



Meet Me in Heaven (Rp. 85.000 – Reguler)

Nah, untuk main course- nya, kami memesan pizza yang juga bertitel memiliki cita rasa pedas dengan taburan daging (soalnya mas patjar doyan banget sama daging dan rasa pedas). Meet me in heaven merupakan pizza dengan adonan agak tipis nan renyah, lengkap dengan topping yang terdiri dari bola-bola daging sapi chunky sized, salami, turkey ham, dan saus yang cukup pedas. Sausnya sendiri agak mirip dengan El Diablo, ada sedikit rasa asam, namun cita rasa pedasnya lebih terasa pada menu ini. Pinggiran roti pizzanya garing banget deh, enak. Tapi kejunya kurang banyak.



Pizza Smash n Oreo Cheese Cake (Rp. 49.000 – Reguler)

Sesuai tujuan awal datang kesini, kami memesan pizza manis sebagai dessertnya. Pilihan jatuh pada oreo cheese cake. Pizza dessert ini adonannya berbeda sekali dengan pizza yang main course, karena adonan pizza dessert sangat crunchy, thin, flaky, pokoknya tipis dan garing. Toppingnya ada ice cream vanilla, oreo, dan cream cheese yang dituang disekeliling permukaan pizza. Cream cheese pada menu ini memberikan cita rasa asam dari perasan jeruk lemon. Jadi rasanya unik banget, asem, manis, asin, dan garing.



Beverages

Strawberry Shake (Rp. 39.000)

Minuman pesenan mas patjar rasanya cenderung manis dan teksturnya sangat thick. Enak siih, nyegerin, tapi gelasnya kecil banget. Untuk manisnya sudah pas dengan takaran ice cube yang tidak berlebih.



Green Tea Mint (Rp. 32.000)

Datang dengan gelas yang besar (cold), green tea mint ini cocok banget sebagai pelepas dahaga setelah selesai makan aneka pizza dan menu yang pedas-pedas. Segarnya green tea dan mint bener-bener pas buat ngilangin rasa berat setelah makan pizza tadi. Enak tehnya..



Service


Pelayanan disini oke banget, pelayannya ramah, mereka suka bercanda tapi nggak main-main dalam melayani pengunjung. Pesanan pun datangnya cepat meskipun malam itu ramai sekali. Good job!

Terimakasih ya mas Arief udah nemenin wisata kuliner chuntixx di malam minggu kali ini. Sampai jumpa di tahun baru 2016 ya sayang :*

Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 8.2 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.8 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, 
Wifi, Smoking and non Smoking area

Tempat: Casual Dining, Cozy


Cocok untuk: Couple, Friends 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mbah Jingkrak



Saya heran kenapa tempat ini rame banget, padahl saya kecewa dengan pengalaman makan saya disini. Tapi karena awalanya penasaran sama keunikkan tempatnya yang super nyentrik, akhirnya saya, bunda, dan uwak memilih pergi ke daerah Setiabudi untuk makan di Mbah Jingkrak. Apalagi, Mbah Jingkrak ini terkenal banget sama olahan masakan supeerr pedaaasnya yang merupakan selera Bunda saya.



Ambience

Pertama kali dateng sih, tempatnya nggak begitu besar. Parkiran siang itu juga rame banget padahal hari libur loh (dan itu kawasan perkantoran). Pas masuk, kita disambut sama masakan pramanan yang disajikan dengan piring tanah liat berlapis daun pisang.



Saya duduk di area taman. Memang benar kalau dari segi seni, tempat ini asli nyentrik abis. Banyaaaak banget benda aneh-aneh dipajang di restoran ini. Ada pula kolam serta jembatan kayu untuk masuk ke area taman. Nyeni abis. Unik abis. Nyeleneh abis. Nyentrik abis. Udah abis.

Food

Untuk memilih makan di Mbah Jingkrak, saat kita datang ke restoran ini kita bakal dilayanin sama 1 waitress yang siap mencatat pesanan kita. Kita tinggal menunjuk saja pengennya apa, karena menunya sendiri sudah tersaji di meja prasmanan. Karena porsinya kecil-kecil, kami memesan cukup banyak jenis, yaitu:



Oseng Bunga Pepaya (Rp. 15.000) : Biasa aja, nggak pedes, kurang bumbu, dingin.

Oseng Jamur (Rp. 15.000) : Lumayan enak, tapi dingin.



Perkedel Kentang (Rp. 11.000) : Tidak mencicipi

Oseng Terong (Rp. 15.000) : Biasa aja, tidak pedas, terlalu oily, dingin.



Telur Ahay (Rp. 12.500) : Ini telur dadar pake saus asem manis. Lumayan enak, tapi dingin.

Ikan Bawal bejo (Rp. 25.000) : Biasa aja, kurang bumbu, dingin.



Sop Ndeso (Rp. 15.000) : Biasa aja, kaya sop rumahan, dingin.

Gurame Ewer-ewer (Rp. 30.000) : Kurang garing, tidak pedas, dingin.



Nasi Bakar Asoy (Rp. 22.500) : Enak, banyak ikan terinya, gurih, wangi, panas, porsinya pas.

Sambal Iblis (Rp. 11.000) : Tidak pedas kalau menurut Bunda saya

Sambal Terasi (Rp. 8.000) : Biasa saja, tidak bekesan

Overall, untuk makanan banyak sekali yang mengecewakan. Harganya super mahal. Porsi kecil. Rasa biasa banget. Dingin!!! Iya, dingin!!!  Untuk pesanan saya aja, seporsi saya menghabiskan Rp.65.000 untuk makan jamur, terong, telor, dan nasi bakar. Padahal kalo saya makan di Abuba, udah bisa makan steak tuh harga segitu!

Minumannya juga nggak enak. Saya pesan Srikandi. Itu jus nanas terus ada campuran sodanya. Nggak manis, keenceran.

Service

Ya Allah pelayanannya worst banget. Udah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……. Terus pas dateng alasannya, “Iya Bu, ini makanannya kan kami panaskan dulu jadi agak lama”. Jujur, semua makanannya dingin kecuali nasi. Asli deh.

Udah gitu kita minta dibawain welcome drink beras kencur. Bilangnya, “Baik Bu, sebentar saya ambilkan”. Bahasanya ramah, tapi abis itu ilang nggak balik-balik buat bawain pesenan. Terus kita pesen lagi ama waitress yang lain, sama, dia ilang juga. Sama waitress ketiga karena kita marah-marah udah emosi akhirnya baru deh dibawain.

Saya heran kenapa tempat ini ruame puoolll.. Jadi sempat suudzon juga ya, soalnya kan tempat ini nuansanya klenik banget, masa iya makanan nya di jampi-jampi ya? Ahahaha.. wallahualam. Pokoknya saya dan keluarga kecewa. Sampai  jadi lelucon, “Katanya makannya dipanasin, tapi kok dingin? Apa abis dipanasin dijampi-jampi dulu ya pake mantra panjang sampe akhirnya jadi dingin?”… Gitu…

Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 8 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 6 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 6 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, 
Parking, Rest Room, Outdoor area

Tempat: Traditional, Unique, Java Themed


Cocok untuk: Family, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yagami Ramen House



Di kesempatan kali ini, mumpung adik saya baru balik dari Semarang, saya mau ngajakin dia makan ramen yang pernah saya datangi sebelumnya sama Bunda. Lokasinya nggak jauh dari rumah, yaitu di pinggir jalan Kalimalang. Saya suka banget ramen disini, makanya kali ini mau merekomendasikan ke Ochank.

Ambience

Ngaku anak tahun 90an? Harusnya sih kenal sama anime-anime Jepang ya.. Nah kalo kamu suka sama anime Jepang, tema restoran ini pasti oke banget buat kamu. Ada banyak hiasan dinding yang bergambar anime Jepang seperti naruto, modifikasi doraemon, dll. Interiornya pun dibuat se-Jepang mungkin. Didominasi oleh warna merah dan furniture kayu, tematik jepangnya benar-benar terasa meskipun didesain casual.



Untuk ruangan indoor ada fasilitas AC, tapi buat yang mau ngeroko, juga ada area outdoor yang juga terjaga kebersihannya. Resto casual ini bener-bener oke menurut saya, karena temanya kuat, tempatnya nyaman, bersih, dan bisa pilih mau di lantai 1, lantai 2, ataupun outdoor.



Food

Okonomiyaki Tuna (Rp. 24.000)

Sebagai appetizer, kita pesen okonomiyaki tuna. Sumpaaahhh okonomiyakinya enak parrah. Teksturnya smooth, tapi bagian luarnya agar sedikit garing karena ditaro diatas hotplate. Terus toppingnya juga banyak. Katsuo boshinya nggak pelit, saus mayonesnya banyak, saus teriyakinya juga melimpah. Enak banget. Saya dan Ochank sepakat bahwa ini merupakan okonomiyaki yang suksesss.. adonannya pas, rasanya pun lezat, porsinya juga nggak mini-mini amat.



Echa Ramen (Rp. 22.000)

Maken ramen harga dua puluh ribuan di Jakarta? Langka abeeess.. Apalagi yang rasanya sedahsyat ini. biasanya ramen harga murah rasanya sama aja kayak mie instan. Di Yagami beda. Kuah kaldunya enak banget. Untuk echa ramen, kuah aslinya berwarna putih seperti ada campuran susu (tapi nggak tau deh beneran susu apa bukan). Rasanya sangat light, jadi si Ochank nambah cabe sampe level 3 untuk memberi sensasi pedas.



Ebitamanegi Ramen + Crab Claw (Rp. 28.000)

Menu pesenan saya ini kuahnya juga berwarna agak putih tetappi rasanya lebih gurih daripada yang echa karena menggunakan ebi (udang kering) sebagai campurannya. Saya menambahkan crab claw sebagai pendampingnya. Lengkap dengan nori dan telur, ramen ini manteebb banget. Pedasnya pas, gurihnya pas, kekenyalan mie nya juga bagus. Top banget!





Drink

Anmitsu (Rp. 32.000)

Sebenernya untuk minuman kali ini, saya dan Ochank nggak mesen yang aneh-aneh, Cuma ocha aja. Tapi dessertnya kita pesen anmitsu. Buat yang udah nggak asing sama es cendol Taiwan ala Hong Tang, nah anmitsu ini ya sejenis itu. Ada berbagai pudding dan bubble terus pake tambahan green tea ice cream pada bagian atasnya. Untuk dessert juga enak, ya standar cendol Taiwan lah rasanya. Cuma kurang warna-warni aja sih puddingnya.



Service

Pelayanan disini ramaaah banget. Kerjanya cepet, makanan datengnya juga cepet. Pokoknya dari segi pelayanan oke, rasa mantap, harga murah meriah, tempat cakep, kurang apa lagi ya? Hahaha,, saya sama Ochank sependapat kalo retsoran ini bener-bener recommended untuk ukuran Jakarta. Kapan lagi bisa makan ramen murah, enak, eksklusif lagi??

Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 8.8 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 8.0 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, Wifi, Parking, Rest Room, outdoor area, comics, Cable TV


Tempat: Casual Dining


Cocok untuk: Friends, Couple


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Secret Garden Jogja

Secret Garden Jogja

Yahoooo akhirnya punya kesempatan untuk bermalam minggu sama patjar tertjintah, mas Arief. Kali ini gue diajakin ke salah satu café yang ngehits banget seantero Jogja yaitu Secret Garden. Kata orang, ini café yang romantic banget dan sangat cocok untuk ngedate dengan tema romantic dinner.



Ambience

Bener lah apa kata orang-orang mengenai café ini. konsepnya kuat sekali bahwa mereka menjual tema garden dining berbumbu romantisme. Dari pertama masuk, kita udah disambut sama pemandangan lampu-lampu mungil yang memberikan kesan lembut. Pemilihan furniture juga sangat mendukung dengan dominan warna putih. Tamannya juga luas sekali hingga terbagi menjadi beberapa area. Lengkap dengan water fountain bertemakan cupid pada central area garden.


Kalau mau spot yang super romantic, bisa booked di area dekat hiasan berbentuk hati. Selain tempatnya eksklusif karena beratap dan berpanggung, desainnya pun sangat romantis. Ada pula area garden dimana kursi dan meja tersusun rapi diatas rumput. Tapi PR banget kalo pas hujan. Sekedar saran, kalau mau ngedate disini sebaiknya booked dulu saja, karena kalau malam minggu pasti ruameee buangett…



Food

Karena ini merupakan romantic dinner yang sangat langka terjadi, gue dan patjar memesan cukup banyak makanan meskipun perginya cuma berdua.  Olreit, kita bahas satu per satu ya…

Chicken Bruschetta (Rp. 17.000)

Sebagai makanan pembuka atau appetizer, kita milih chicken bruschetta. Terdiri dari 4 potong roti baguette, topping yang digunakan adalah cincangan daging ayam, keju, dan  mayoanise. Overall arasanya enak banget karena kejunya cukup generous. Yang agak disayangkan adalah, daging ayam yang digunakan tidak 100% fillet dada ayam, karena di beberapa potong kami menemukan potongan tulang ayam. Jadi kurang cantik kan makannya…



Iga Bakar (Rp. 60.000)

Menu pesenan patjar nih, gue nggak bisa kasih komen buat menu ini karena gue nggak makan hewan berkaki empat. Tapi menurut patjar sih, dagingnya empuk banget, lembut, dan bakarnya nggak terlalu kering. Gue nyobain kuahnya sih, dan rasanya gurih banget, nggak keasinan tapi pas buat disiram sedikit demi sedikit ke nasi putihnya.



Pan Fish with Secret Spicy Chef Sauce (Rp. 35.000)

Agak diluar ekspektasi. Kan dari namanya udah bule banget yak, kirain mah bakalan banyak pake keju sama chilli powder. Ternyata ini ikan kakap pake saus kemangi. Yes, kemangi. Jadi ada bau-bau kemanginya banget yang notabene sangat khas Indonesia. Rasa pedasnya pas, agak ketutup sama si kemangi. Ikannya lembuuut banget Cuma sayang sausnya agak sedikit oily.



Chocolate Hotplate (Rp. 25.000)

Untuk dessert, gue pesen yang rada unik yaitu chocolate hotplate. Tersaji dengan hotplate ala-ala steak, menu ini cocok banget buat pecinta coklat pahit macam gue. Karena menu ini menggunakan kue brownies panggang sebagai bahan utama. Juga disajikan dengan 1 scoop vanilla ice cream dan semnagkuk kecil coklat leleh. Browniesnya super enak karena ada tekstur kacang cincang pada bagian topping. Be carefull, yang nggak doyan pahit nggak usah pesen ini karena browniesnya udah pahit ditambah gosong karena ditaro di atas hotplate.



Secret Lava (Rp. 24.000)

Sedikit berbeda dengan dessert sebelumnya, menu pesenan patjar lebih cenderung manis dan juga smooth. Adonannya sangat fluffy dengan topping vanilla ice cream. Seinget gue dalemnya ada coklat lelehnya sih, tapi kayanya karena dimakan belakangan alhasil coklat lelehnya menyatu dengan adonan kue. Too sweet kalo buat gue yang lebih suka coklat pahit.



Beverages

Strawberry Smoothies (Rp. 18.000)

Untuk menyegarkan mulut setelah makan yang manis-manis, pilihan jus strawberry merupakan pilihan yang tepat. Rasa segar dan sedikit asam dari strawberry bener-bener pas buat menetralisir. Tapi minuman ini kurang cocok disebut smoothies karena es batunya terlalu banyak dan cenderung crumbling. Seharusnya smoothies tidak menggunakan es batu sebagai pendingin, melainkan ice cream. Jadi hanya ada buah strawberry dan strawberry ice cream, that’s why it’s smooth.



Chocolate Secret Original (Rp. 16.000)

Pernah makan wafer superman waktu jaman masih kecil? Gue dan patjar sepakat bahwa minuman ini punya cita rasa yang mirip dengan coklat superman! Enak bangeeeettt.. very thick, lil’ bit bitter yet sweet. Terus ada kayak gumpalan coklat yang nggak keaduk merata gitu. Favorit banget minum coklat yang masih ada gumpalannya. My fave!



Service

Pelayanan disini lumayan bagus. Meskipun kondisi cafenya lagi super rame dan hectic, makanan tetap datang dalam waktu singkat. Sayangnya urutan datangnya makanan justru kebalik ntah kenapa. Pesenan kita yang pertama dateng adalah dessert, which is semua yang kita pesen pake es krim. Salah banget dateng di awal. Terus main course baru deh appetizer. Kedepannya semoga dapat diatur sesuai tata cara makan yang baik.

Untuk mas Arief, well, terimakasih banyak ya sayaaang, karena udah ngajakin ke tempat romantis begini almost in every month! So happy to be with you :*


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.2 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.8 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.5 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, garden area, live music, romantic photo spot, semi outdoor area, rest room, romantic cage area, parking


Tempat: Totally romantic garden cafe


Cocok untuk: Couple, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Two Stories Good Food and Drink

Two Stories

Kali ini gue pergi ke Bogor sama temen-temen kantor. Langka banget nih bisa punya kesempata kaya gini. Si Puti yang notabene anak Bogor asli, ngajakin kita buat makan-makan di café milik Lucky masterchef, yaitu Two Stories. Tempatnya ngehits banget sampe susah dapetin parkir. Huhu…

Ambience

Nuansa disini menurut gue sangat kental perpaduannya anata modern minimalis namun ada unsur industrialnya. Didominasi oleh warna gelap dengan pemilihan furniture serba hitam, Two Stories mampu menata ruangan hingga terkesan catchy dan modern tentunya. Desainer Two Stories juga cerdik dalam menciptakan spot yang instagrammable banget kalo kata anak muda jaman sekarang.



Biasanya pengunjung berfoto di depan tulisan tell your story pada lantai 2. Dengan menyediakan spot foto tersebut, secara tidak langsung Two stories melakukan pemasaran yang sangat strategic, karena spot itu biasanya diposting pengunjung ke berbagai medsos. Areanya ada yang indoor tapi tetap paling keche ya area outdoor di lantai 2.



Food

Crispy San Choy Bau (Rp. 27.000)

Menu appetizer ini lebih cenderung seperti sajian Chinese food. Jadi ayamnya dipotong dalam ukuran bite size kemudian dimasak dengan saus teriyaki. Yang bikin unik adalah karena ada tambahan rebung. Ketika tersaji seperti mencium bau lumpia khas Semarang. Sayangnya, rebung disini agak bau pesing sehingga merusak cita rasa teriyakinya.



Calamari Ring

Nah, kalo yang ini sih enak banget buat dijadiin camilan. Cuminya nggak alot, tepungnya pun sangat crispy. Dicocol ke saus mayonnaise yang gurih, jadi enak banget. Mayonnaise nya bukan yang asam ya, tetapi sedikit gurih karena ada campuran bawang putihnya. Cuma sayang porsinya terlalu sedikit.



Durian Rissoles (Rp. 27.000)

Buat fans berat duren, boleh banget pesen menu ini sebagai dessert. Sayangnya gue nggak sempet motret ketika risol duren ini dibelah dua. Dalemnya tuh daging duren yang meleleh-leleh, terus kita cocol ke es krim vanilla. Ah mangstaaabbb…



Choco Lava
Dessert yang lagi familiar banget di berbagai café. Choco lava di two stories punya tingkat kemanisan yang pas, lembut, tapi sayang coklat lelehnya udah menyatu dengan adonan kue. Jadi pas dipotong nggak ada lavanya. Huhu..



Nasi Goreng

Yang pesen main course sore itu Cuma si Paksi pacarnya Puti dan gue nggak nyobain makanan ini. So, no comment.



Beverages

Green tea delight

Gue pesen minuman green tea sore itu. Ternyata green tea disini cenderung manis, bukan pahit seperti matcha yang gue harapkan.



Squash

Minuman yang pas banget buat menyegarkan dahaga serta menetralisir mulut karena udah makan ini itu. Buahnya ada potongan apel, strawberry, dan juga mangga.



Service

Pelayanannya oke bahkan mereka dandannya keche, jauh lebih keche dari gueh T_T


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.5 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7.5 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, outdoor area, rest room, parking, thematic photo spot


Tempat: Modern minimalist, industrial,


Cocok untuk: Friends, Couple

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Papajack Kopitiam

Papa Jack Kopitiam

Siang itu gue sama nyokap lagi pengen makan peranakan cuisine, jadi kita pilih makan di Papa Jack Kopitiam. Untuk cabang Kalibata city, letaknya ada di outdoor area, jadi otomatis nggak ada ruangan berAC nya nih.

Ambience

Untuk suasana makan di restoran mungil ini lumayan klasik sih. Yang bikin asoy justru karena space nya terbuka sekali sehingga banyak angina sepoy-sepoy yang bikin adem. Areanya tidak begitu luas, dengan penataan yang standard an pernak-pernik ala peranakan, bisa dibilang nuansa klasiknya lumayan dapet.



Food

Koay Teow Soup with Steamed Chicken (Rp. 43.000)

Buat yang suka menu kwetiaw rebus mungkin bisa coba menu yang satu ini. Terdiri dari kwetiaw dan tauge, menu ini menggunakan kuah dengan cita rasa asin pedas yang lumayan pas. Kwetiawnya memiliki tekstur kenyal yang pas dengan porsi yang juga lumayan besar. Sayangnya untuk kuah kwetiaw ini cenderung kurang gurih.  Menu ini hadir dengan 2 tempat makan terpisah, yakni sajian kwetiaw dan ayam rebus.



Untuk ayam rebusnya, bagian yang digunakan adalah dada fillet. Ayamnya lembuuuut banget dan ada tambahan kecap asin yang merendam bagian dasar daging ayamnya. Tidak perlu banyak bumbu untuk ayamnya, karena tekstur lembutnya sudah memenangkan penilaian untuk menu ini. Overall, sajian kwetiaw dan ayamnya lumayan oke meskipun untuk kwetiawnya sendiri sedikit kurang gurih.



Dry Curry Mee with Foo Chok and FishCake  (Rp. 42.000)

Menurut berbagai rekomendasi, Papajack Kopitiam ini signature dishnya adalah curry mee versi dry. Jadi gue cobain menu ini. memang rasanya lebih berani dari yang kwetiaw rebus. Karena digoreng, bumbunya lebih cenderung manis, mungkin kecap manisnya agak kebanyakan dan juga terlalu oily. Dan fish cake disini rasanya mirip pempek candy dari Palembang, enak sih, tapi kurang banyak. Sedangkan Foo Chok adalah sejenis lumpia gireng isi udang yang familiar sebagai sajian dimsum. Yang bikin menu ini istimewa adalah karena bumbunya kuat sekali sebagaimana masakan peranakan pada umumnya.




Beverages

Iced Lychee Syrup Tea (Rp. 29.000)

Untuk minumannya standar aja sih, teh dengan campuran essence leci serta sepotong buah leci asli. Manisnya pas namun ada sedikit sensasi pahit dari campuran lecinya.



Iced Markisa (Rp. 29.000)

Minuman pesenan gue juga cenderung standar, seperti sirup markisa botolan. Untuk rasanya terlalu kemanisan.



Service

Pelayanan di Papajack kopitiam cabang Kalibata city ini lumayan ramah sih. Masakannya juga matang dalam waktu singkat. Yang bikin sedikit kecewa adalah, ada satu pelayan yang nyeletuk gini pas gue sibuk motret makanan, “Yaelah, mie aje dipoto!”, sambil berlalu dari samping meja gue. “So, what gitu loh? Gue Bayar!” Pengen dibales gitu rasanya. Untuk kedepannya semoga cara berkomunikasi para karyawan bisa di training lebih baik lagi.


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.3 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.2 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, 


Tempat: Casual Dining


Cocok untuk: Family, Business Comrade

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Roemah Kuliner XXI Cikini

Roemah Kuliner


Gara-gara baca ulasan kuliner di Kompas minggu, gue sama nyokap jadi tertarik buat nyobain wisata kuliner di bioskop legendaris daerah Cikini, yaitu Metropole XXI. Ada kawasan Food Court di lantai atas yang bertajuk Roemah Kuliner.

Ambience

Untuk nuansanya lumayan asik nih. Terkesan modern, classy, tetapi tetap klasik karena pelayannya mengenakan pakaian tradisional betawi ala encim-encim gitu. Tempatnya sangat bersih dengan pencahayaan yang bagus karena ada jendela disepanjang area restoran.



Ada banyak pilihan stan disini yang bisa kita beli sajiannya dengan menggunakan kartu isi ulang. Jadi system makannya persis di eat and eat gitu lah. Cuma sayangnya pas gue dateng banyak stan yang belum siap (gue dateng jam 16.00).




Food and Beverage

Ayam Bakar Sayur Bunga Pepaya
Menu pesenan nyokap pas banget buat mereka yang doyan masakan khas Manado. Karena tumis bunga papaya ini memang nggak semua orang cocok untuk mengkonsumsinya. Rasanya cenderung pahit namun teksturnya garing. Bumbunya sendiri lumayan pedas sehingga kombinasi rasanya cukup unik. Ayam bakarnya mengimbangi menu ini dengan cita rasa cenderung manis. Dagingnya empuk dan tidak alot.



Soto Lamongan
Menurut gue ini soto lamongan porsina lumayan gede loh. Isiannya terdiri dari setengah potong telur rebus, bihun, daging ayam suwir, dan kembang kol. Sayangnya menurut gue soto lamongan disini pelit bumbu koya, padahal kan yang bikin nikmat bumbu koyanya itu. Nah, sebagai pendamping kita bisa menambahkan bakwan jagung dan perkedel kentang yang lembut.



Es Campur
Sebenernya gue berekspektasi kalo es campurnya bakalan pake kuah santan kaya es teler. Tapi disini es campurnya hanya memakai sirup coco pandan, terus isiannya ada dawet pandan, nata de coco, cincau, dan pacar cina. Rasanya biasa aja sih, nggak sespektakuler es campur Bandung deket rumah. Hehe…



Service
Untuk pelayanan disini, karena sistemnya pakai debit card gitu, jadi kita harus self service banget. Kita dateng ke counter yang pengen kita pesen, terus menunggu makanannya hingga jadi. Menurut gue sih, pelayanan harus ditingkatkan lagi nih, mulai dari persediaan makanan, serta cara melayani konsumen. Pasalnya ketika konsumen sedang datang membeludak, pelayan disini cenderung nyuekkin konsumen dan bertampang agak jutek gitu. Padahal kan kita bayar ya…


Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 7.7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)


Makanan: Skala 1 – 10 = 7.3 (1 terrify & 10 divine)


Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)


Fasilitas: Dine in, elevator


Tempat: Casual Dining, modern but classic


Cocok untuk: Family, Friends

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS