Powered by Blogger.

Zomato Meet Up at La Creperie

 Gathering with other foodies around downtown, for me it was amazing. Kali ini gue diundang lagi buat ikutan Zomato Meet Up, setelah sebelumnya juga ikutan di sesi Gomawo Korean Restaurant. Sorenya, kita langsung diajak ke La Creperie, French Bistro yang mungil dan casual, di kawasan Pantai Indah Kapuk.

Ambiance

 French Bistro La Creperie cukup mudah untuk dicari karena desain eksteriornya yang didominasi oleh warna navy blue. Memang tempatnya nggak begitu luas, tapi tersedia area indoor maupun outdoor yang cukup nyaman untuk sekedar nongkrong. Sayangnya, waktu kita dateng bangunannya masih dalam proses pengecatan, jadi masih bau cat gitu. Tapi di bagian dalem, kita disuguhi dengan dinding berlukiskan bistro-bistro ala Prancis gitu. Penataan meja dan kursi juga dibuat minimalis – casual dengan pemilihan warna furniture yang gelap.



Overall, untuk soal suasana, La Creperie menjual konsep casual French bistro yang bisa dijadikan tempat ngobrol sambil ngemil-ngemil lucu. Tapi mungkin bukan tempat nongkrong yang cocok ya, karena menurut gue, tempat nongkrong harus mementingkan kenyamanan pengunjung, seperti penggunaan sofa, wifi, electrical plug, fluffy pillow, dll. Fasilitas itu nggak ada disini karena memang konsepnya casual French Bistro.



Food

 Ada banyak banget makanan yang perlu gue bahas satu per satu disini. Tapi kayanya nggak bisa terlalu mendetail karena bakalan jadi Koran review gue kalo dibahas secara detail. Haha… Tapi sayang banget, gue nggak mengikuti acara sampe selesai, jadi makanan yang bisa gue review Cuma appetizer dan maincourse nya ajah. Padahal, La Creperie ini jagoan banget sama menu crepes nya alias dessert, and I skipped that session! Hiks… Jadi buat para pembaca yang mau tahu soal hidangan crepesnya, bisa baca dari review Zomato user lainnya ya…

Appetizer

Shrimp Chilli Tapaz : Hidangan semangkuk sup kental yang hadir dengan warna merah terang serta 2 keping garlic bread. Rasanya cenderung asam, mungkin karena menggunakan saus dan tomat. Uniknya lagi, sup ini dilengkapi dengan udang serta terung yang memperkaya cita rasa. Garlic Bread nya terasa alot, ternyata memang begitu teksturnya, karena cara makannya adalah dengan mencelupkan garlic bread kedalam sup tersebut, bukan dimakan terpisah.



Beef Potato Munchkins : Menu yang lumayan unik nih. Jadi kentang yang ukuran sedang, isinya dikeruk kemudian cekungannya diisi saus bolognese serta lelehan keju mozzarella. Very nice as appetizer. Bolognese nya generous dan lelehan kejunya memberikan cita rasa gurih asin yang lezat. 



Creamy Meat Ball : This was the delicious one! Saus kejunya nendang bangeeett.. asli! Rasa asin kejunya benar-benar terasa, ditambah lagi taburan sosis sapi yang lumayan generous, dan kekentalan supnya bener-bener gemuk. So creamy… meat ball nya juga lembut dan porsinya lumayan besar untuk digolongkan sebagai appetizer.



Oxtail Fries : I think, this menu was the truly conqueror among the other menus. Mungkin karena gue nggak ngikutin sesi dessert ya. Tapi dari semua menu yang gue cobain, oxtail fries gue nobatkan sebagai jawara tetap. Kentangnya digoreng dengan tekstur tepung yang rada curly, bukan kaya kentang goreng biasa yang mulus gitu. Yang bikin special menurut gue bukan sekedar oxtailnya, but the hidden cheese sauce beneath the fries! Saus kejunya itu bener-bener enak banget, apalagi ada taburan scrambled egg yang lembut dan gurih. Ini enak banget parah!



Maincourse

Indonesian Style Spicy Fried Oxtail with Rice : Gue nggak tau kenapa ada banyak menu yang menggunakan oxtail kali ini. Tapi gue nggak nyobain oxtailnya. Hidangan ini datang dengan semangkuk kuah kuning seperti kuah soto serta setangkup nasi gurih dengan olive oil. Gue Cuma makan nasi dan kuahnya. Rasa nasi dan kuahnya sih agak hambar, mungkin tujuannya supaya balance sama rasa pedas dan gurih dari oxtailnya ya..



Deep Fried Beef : Dari namanya saja kita udah tau kalo menu ini merupakan daging sapi yang digoreng. Dilengkapi dengan sayuran seperti wortel dan brokoli, menu ini menggunakan kentang sebagai karbohidratnya. Untuk daging, ukurannya lumayan besar juga loh. Digoreng hingga mencapai kematangan tingkat well done, kemudian disiram gravy sauce yang gurih.



Breakfast Burrito : Gue juga suka sama menu yang satu ini. Terdiri dari 2 potong burrito berisi telur, tomat, dan kacang, menu ini dilengkapi dengan kentang yang ditumis hingga lembut. Burrito nya enak banget, dan rasanya unik karena ada kacang rebusnya. Kentangnya pun cenderung manis-gurih, emang cocok buat sarapan nih.



Spinach and Chicken Aglio Olio : Pasta jenis fettucini yang dimasak sedikit pedas ala agli O’lio, lengkap dengan tambahan daging ayam suwir serta bayam sebagai toppingnya. Untuk rasa, menurut gue ini cenderung agak pahit, mungkin dari cabe ijonya kali ya? Dan ternyata nggak begitu pedas sperti Aglio O’lio yang biasanya gue makan. Tapi kalo diaduk sama ayam dan bayamnya rasa pahit jadi ternetralisir oleh kedua topping tersebut.



Classic Steak and Egg : Steak yang kali ini hadir dengan scrambled egg serta sayur bayam. Jika steak sebelumnya dengan tumisan brokoli dan wortel, yang satu ini bedanya ada tambahan telur dan kentang goreng. Sausnya sama deh kayanya, gravy sauce gitu. Scrambled egg dan fries nya juga sama dengan komponen yang ada di menu Oxtail Fries. Dikombinasiin aja jadi hidangan maincourse karena bersanding dengan steak daging sapi. Hehe…



Yak, menu makanan yang bisa gue bahas cukup segitu aja. Masih ada menu dessert yaitu beberapa hidangan crepes yang keliatannya lezat banget yang bisa dibaca reviewnya melalui Zomato. Ada juga menu yang menggunakan daging babi yang nggak bisa gue review sama sekali jadi nggak gue tampilkan disini. 

Beverages

 La Creperie menyediakan berbagai pilihan mocktail dan cider yang juga masuk dalam menu promo di papan meja. Sore itu, kita disuguhi 2 minuman yang sama sekali bukan keahlian gue untuk mereviewnya. Haha.. Udah gitu gue lupa juga nanya nama minuman yang disuguhi sore itu apa, dan nggak ada juga di  daftar menu undangan Zomato. 


Dari 2 minuman itu, yang gue cicipin Cuma yang chocolate aja. Gue nggak tau itu campurannya apa aja, seinget gue ada mocca dan chocolate gelato serta buah cherry sebagai hiasannya. Soal rasa? Mungkin lidah gue nggak familiar sama minuman jenis begini, jadi rada aneh, kaya minum minuman fermentasi tapi manis. Buat yang suka mocktail, langsung cobain aja deh ke La Creperie, banyak paketnya juga kok yang bisa jadi pilihan.


Overall, Zomato Meet Up kali ini bener-bener fantastic. Seharian di PIK buat ngumpul dengan sesama foodies dan makan terus sampe kenyang bego. Sayang banget nggak bisa nyobain sajian crepes disini karena nyokap ngajakin buru-buru pulang. Hiks… Buat La Creperie, thank you so much for the hospitality and of course the mouthwatering menu. Hey, I was drooling while editing the photos hehe… Hope will be back here to enjoy the crepes and galettes.


  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kopilatinum

Gue udah cukup penasaran sama restoran yang merupakan extension dari franchise Platinum Resto ini. Kebetulan lokasinya deket dari rumah yaitu di Mall Cipinang. Gue kepo deh tuh ada menu apa aja dari Zomato, dan sepertinya menarik apalagi harga yang ditawarkan relative murah. Jadi, weekend kemaren gue berkesempatan untuk meet up sama sahabat gue yang super susah buat diajakin ngumpul, yaitu Anis dan Ega. Apakah benar semenarik buku menunya? Ayo kita bahas.



Ambiance

 Sebagai restoran yang ada di mall, dari luar keliatannya memang tempat makan sejenis casual dining. Nggak jauh beda sama sodaranya yaitu Platinum Resto, desainnya dibuat modern minimalis. Kali ini, lebih banyak menggunakan desain teralis kayu seperti arsitektur rumah Jepang. Ntah maksudnya apa, tapi secara keseluruhan tempatnya standar sih. Dibilang cozy ya biasa aja, apalagi tata letak meja dan kursi diatur berdekatan sehingga kurang nyaman kalau mau ngakak-ngakak disini, abisnya deket banget sama meja tamu sebelah.



 Ada ruang smoking dan non smoking yang bisa kita pilih. Kali ini, karena pergi sama temen-temen cewek, gue pilih di ruangan yang non smoking dan dekat dengan baristanya. Dengan sofa panjang serta kursi kayu, restoran ini nggak banyak memberikan kesan dari sisi suasana yang dibangun. Namanya juga casual dining…



Food

 Siang itu, kami bertiga memesan menu yang berbeda-beda. Dimulai dari menu pesenan gue, siang itu gue tertarik buat nyobain Hainan Chicken Rice (Rp. 29.091). Menu ini hadir dengan bagian yang terpisah-pisah. 1 paket nasi Hainan terdiri dari semangkuk nasi Hainan, semangkuk sup sayur, dan lauknya ayam goreng lengkap dengan dip in sauce yaitu kecap pedas dan sambal yang dicampur cuka. Untuk nasi Hainan, menurut gue kurang gurih, bumbunya kurang berani sehingga rasa kaldunya sayup sekali. Terus ayam gorengnya juga terlalu kering, jadi nggak juicy lagi bahkan sedikit susah untuk dipotong. Tapi dip in sauce nya bikin menu ini nggak monoton saat dimakan.



 Ega mesen menu yang hampir mirip sama pesenan gue, yaitu Fried Chicken with Hot Chilli Sauce and Hainan Rice (Rp. 27.273). Sama-sama menggunakan nasi Hainan sebagai karbohidratnya, yang membedakan menu ini dari pesenan gue adalah olahan ayamnya. Disini menggunakan ayam fried chicken ala-ala tepung gitu, kemudian disiram saus pedas yang menurut gue cenderung lebih cocok disebut saus asam manis. Nggak lupa juga tambahan tahu tofu sebagai pelengkapnya. Rasa sausnya biasa aja sih, tapi kekentalannya sudah pas.



 Si Anis kayanya lagi nggak pengen makan nasi jadi lebih milih hidangan mie untuk makan siang. Dia mesen Hot Pot Noodle (Rp. 26.364). Menu ini hadir dengan panci yang ada pemanasnya serta semangkuk mie dan pangsit. Pada bagian hot pot, terdapat beberapa komponen yang membuat kuahnya sangat gurih, seperti kocokan telur, udang, sawi putih, bakso ikan, dan kuah yang asinnya lembut sekali. Dipadukan dengan mie serta pangsit goreng, menurut gue menu ini tampil sederhana namun rasanya sangat lezat.





Beverages

 Untuk minuman, kita Cuma pesen 2 jenis aja nih. Gue mesen Banana Milk Soda (Rp. 20.000), tadinya gue pikir ini bakalan kombinasi jus pisang dan sirup strawberry terus ada susunya. Ternyata setelah gue cicipin, rasa pisangnya bener-bener tenggelam dan minuman ini seutuhnya soda gembira, yaitu campuran sirup dan soda susu. Udah. Kemanisan pulak. Hmmm…



 Terus Anis dan Ega mesen minuman yang juga sekaligus dessert, yaitu Eiskaffee (Rp. 24.545). Minuman ini merupakan perpaduan antara vanilla ice cream, coffee liquid, dan chocolate chip. Overall sih rasanya mirip es krim kopi, tapi ini dessert yang enak kok. Manisnya vanilla ice cream bersatu dengan pahitnya cairan kopi, jadinya nggak bikin eneg deh.



Service

 Soal pelayanan, disini pelayannya bekerja lumayan cepat. Mereka dengan sigap mencarikan kursi untuk pelanggan yang datang meskipun saat itu kondisinya lagi lumayan rame. Pesanan juga datang dalam waktu yang singkat. Untuk masalah service, nggak ada masalah, sudah sesuai standar tapi nggak excellent juga, jadi ya biasa aja gitu.

Counclusion

Harga: Skala 1 – 10 = 6 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 6.5 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Dine in, smoking room
Tempat: Casual dining
Cocok untuk: Family

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Zomato Meet Up at Macaroni House

It was such an honorable for to be invited to my second Zomato Meet Up. Yap, terimakasih banyak untuk Zomato yang menurut gue community relations nya bener-bener ter-maintan dengan baik. Ini adalah kedua kalinya gue diundang Zomato Meet Up yang mana sebelumnya gue diundang ke Halo Niko. Kali ini kita main lebih jauh lagi, taitu di daerah Meruya, Jakarta Barat.

 Terdapat sebuah kedai mungil dengan label Macaroni House, yang menjadi tempat kami berkumpul siang itu. Tapi sayangnya gue dateng rada terlambat jadi mungkin gue ketinggalan sesi foto makanan kali yah. Soalnya waktu di Halo Niko, sebelum menjamah makanan kita diperbolehkan buat motret sampe puas. Nah kemaren pas gue dateng, abis sambutan langsung pada nyomot makanan dan akhirnya gue kebirit-birit motretin makanan yang tersaji satu per satu tanpa mementingkan angle lagi. Hiks… tapi seperti apakah pengalaman Zomato Meet Up di Macaroni House ini? Mari kita bahas.

Ambiance

 Dari luar sih kedai ini terlihat sangat mungil dan nggak terlalu mencolok karena luasnya memang tidak begitu luas. Terletak bedekatan dengan ruko lainnya, Macaroni House dapat ditemui dengan melihat pelang yang terpasang di pinggir jalan. Tidak begitu sulit menemui café ini jika sudah biasa main di daerah Jakarta Barat.
 Memasuki café mungil ini, kita akan langsung disuguhi dengan desain interior yang bernuansa playful and colorful. Ternyata konsep café ini memang harus children friendly. Jadi untuk para ibu muda, cocok banget ngajak anaknya kesini, karena si anak bisa bermain di rumah-rumahan yang ada di pojok ruangan.



 Selain nuansa yang warna-warni, pencahayannya pun dibuat hangat dengan lampu kuning yang lembut serta penambahan cermin untuk memberikan kesan luas bagi area café yang mungil. Kita bisa belanja perabotan lucu disini seperti bantal, tempat tisu, dll. Perabotan lucu tersebut dipajang didekat pintu masuk. Produk itu ternyata titipan dari teman-teman tuna rungu yang sangat berbakat dalam membuat kerajinan. Jadi kita bisa belanja juga tuh hasil karya mereka dari café ini.



Food

 Baiklah, karena ini Zomato Meet Up, sudah pasti banyak makanan yang harus dibahas satu per satu. Kita mulai dari appetizernya ya. Oke, siang itu kita disajikan 3 jenis appetizer yang sangat menggugah selera. Pertama adalah Pizza Bite. Menu ini berbentuk seperti kue pastel namun ukurannya cukup kecil sehingga dimasukan ke kategori finger bite. Pizza bite ini tekstur kulit luarnya memang mirip kulit pastel yang renyah dan agak tebal gitu. Isinya kalo gak salah abon ikan tuna. Rasanya gurih dan sepertinya agak sedikit pedas.



 Terus appetizer kedua adalah Baked Potato Carbonara. Disajikan dengan wadah alumunium foil, baked potatocarbonara ini sebenarnya cukup mengenyangkan untuk sekedar appetizer. Karena isinya saus carbonara yang lumayan kental, ada irisan jamur juga, dan tentu saja kentang sebagai komponen yang mendominasi. Rasa carbonaranya tidak begitu asin, namun untuk menu ini supaya nggak bosen kayanya emang harus ditambah sambel deh biar rasanya nggak monoton ya.



 Selain mendapatkan pizza bite dan baked potato carbonara, masih ada nih appetizer selanjutnya, yaitu Smoked Beef Macaroni. Kalo menu yang satu ini disajikan dalam porsi besar sehingga para pengunjung dapat berbagi stau sama lain. Ini sih mirip banget sama macaroni schotel ya, yang namanya sudah familiar di telinga kita. Isinya tentu saja macaroni dan daging asap. Campuran telur, susu, dan keju bersatu dengan campuran macaroni dan daging asap. Cita rasanya sendiri tidak begitu asin, bahkan sangat light. Lagi-lagi, perlu tambahan saus sambal agar rasanya tidak monoton.



 Nah, itu tadi baru pembahasan soal appetizer, kita lanjut ke main course ya. Siang itu kita disuguhkan 4 jenis main course, 3 jenis diletakkan di meja prasmanan karena menu ini sesuai dengan daftar menu undangan, sedangkan yang 1 lagi tersusun di meja tamu. Oke, kita bahas yang ada di meja tamu dulu ya.

 Pertama, yang gue liat dimeja adalah Chickensroom. Gue sendiri nggak tau nama aslinya apa, jadi menu ini adalah menu request anaknya yang punya Macaroni House, jadi nggak ada namanya di daftar menu undangan. Pas ditanya nama menu ini apa, dia bilang sih Chickensroom. Jadi ini adalah dada ayam fillet yang digoreng dengan balutan tepung roti, kemudian disiram oleh saus jamur. That’s why namanya chickensroom (chicken and mushroom). Joshua bener-bener gak salah pilih menu deh, karena rasanya enak banget. Ayam filletnya cukup juicy dan digoreng garing gituh. Tetap ada keju moza dan smoked beefnya pada bagian tengah seperti chicken cordon bleu. Dan nggak lupa juga buat nambahin mashed potato untuk karbohidratnya. Tapi sayang mashed potatonya kelembekkan, mungkin terlalu banyak krim kali ya.



 Pindah ke meja prasmanan, gue nggak dapet moment untuk motret dengan leluasa nih. Jadi pas gue mau motret, eh orang-orang udah pada kelaperan jadi makannnya udah mulai dicomot-comot gituh. Sampe pada blur semua poto gueh gara-gara kebirit-birit. Haha.. ada beberapa menu yang disajikan dan bisa diambil disini.

 Pertama, gue mau bahas Curry Rice with Chicken Katsu. Menu ini menurut gue menu main course paling enak yang ada di meja prasmanan. Jadi ini adalah nasi curry yang dipadukan dengan ayam katsu berbentuk bulat-bulat. Nasi currynya gurih banget, nggak terlalu pedas, tapi bumbu currynya bener-bener cocok ama lidah gue. Udah gitu ayam katsunya itu loh, persis ayam oriental bento yang ada di KFC. Magnificent! Enak banget asli deh, buat yang suka makanan berbumbu medok, ini sangat direkomendasikan.



 Menu maincourse kedua adalah Baked Spaghetti Snowball. Nah, yang satu ini cita rasanya rada sedikit asem khas saus spaghetti yang otentik dari Itali. Seperti saus Bolognese, tapi rasa asamnya cukup dominan di lidah gue. Yang fantastis adalah snowball nya itu, terbuat dari daging sapi yang dibentuk bulat dan isinya adalah keju mozzarella. Jadi pas dibelah, ada lelehan keju yang mengguagh selera. Dagingnya sangat juicy and soo beefy. I think the Carnivore would order it for three times! Hehe..



 Dan maincourse yang satu lagi adalah Roll Lasagna. Ini unik juga loh, biasanya lasagna kan berbentuk kotak dengan lapisan daging serta kulit lasagna yang berlapis-lapis. Kalo disini, lasagna hadir dengan digulung seperti lumpia. Untuk rasa sebenernya nggak terlalu terkenang di otak sih. Yang bisa gue inget ini rasanya cenderung asam karena menggunakan tomat da nada cincangan daging sapi didalamnya.



 Geser lagi ke rentetan berikutnya, kita disuguhi dessert yang agak melenceng dari manu lainnya. Daritadi kita makan maknanan western terus ya, nah dessertnya berasal dari olahan a la Indoensia yaitu Lapis Selendang.



 For me, this is the best best best of the best menu pada Zomato Meet Up siang itu. Gue sukaaaaak banget sama dessert yang satu ini.



 Selain bentuknya yang sangat Indonesia, dessert ini bener-bener nyegerin mulut yang daritadi udah kena hantam aneka keju dan pasta. Rasa pandan serta santan benar-benar menyatu. Yang lebih dahsyat lagi adalah karena terdapat lapisan ketan hitam dibagian dasar. Oh God, is this from heaven? Karena enak banget dan siraman saus gulanya juga pas banget. Nggak kemanisan tapi bikin nagih. Dan satu lagi, ada sekeping coklat tipis dibagian atas dan rasa coklatnya enak parah. Pahit-pahit sexy padahal Cuma sekeping tapi lezatnya kebayang-bayang. Asli deh.




 Kirain gue, acara makan-makan udah berenti sampe disitu. Ternyata salah. Masih ada sesi tea time yang disediakan oleh Macaroni House untuk semua peserta. Kita dihidangkan beberapa cup kue coklat dan sepoci green tea panas. Kue coklatnya sih standar ajah kaya kue coklat lainnya, fluffy and not too sweet. Dan green tea nya juga standar sajah, menu ini memang bukan hal yang fantastis, tapi merupakan menu yang sangat cocok disantap sambil ngobrol sama teman-teman.


 Sebelum acara selesai dan para tamu pulang, gue merasa cukup surprised karena masih ada goodybag yang dibagikan ke seluruh tamu. Isi goodybagnya adalah 1 buah mug dari Zomato dan yang lebih special lagi, 1 porsi Macaroni Carbonara! Wow, udah kemasannya menarik, porsinya pun lumayan besar sih. Pas nyampe dirumah, gue langsung nyobain menu ini. Ternyata jenis macaroni yang digunakan adalah long macaroni yang bentuknya kaya pipa. Ada irisan jamur juga di menu ini, rasa carbonaranya tidak begitu asin, mungkin ditambah komponen lain akan membuat menu ini lebih lezat ya. Misalnya jagung dan sedikit oregano.



Beverages

 Siang itu, kita disuguhi 2 jenis minuman. Yang pertama adalah Shake Strawberry Yakult. Hadir dengan gelas tinggi dan sedotan yang berkumis, minuman ini terasa sangat menyegarkan. Asam strawberry bercampur dengan yakult yang juga asam, namun ternyata rasanya tetap manis dan nggak bikin lidah menjulur karena keasaman.



 Minuman kedua yaitu Ice Tea Sereh. Sayangnya gue nggak nyobain sama sekali minuman ini dan nggak ada dokumentasi fotonya juga. Tapi kata orang-orang sih rasa teh nya cukup unik karena ada campuran batang serehnya.

Overall, Zomato Meet Up kali ini sangat menyenangkan. Nggak rugi sama sekali deh gabung di Zomato. Dan tentu saja, terimakasih sebanyaaak-banyaknya untuk Macaroni House yang sudah menjamu kita dengan suguhan yang lezat-lezat. Oya, Macaroni House juga menerima delivery order loh. Langsung cek di Fb atau twitter for information ya. Cukup sekian dulu, semoga semakin sukses ya Macaroni House. See you all next time.

Counclusion
Harga: Skala 1 – 10 = 7 (1 sangat murah & 10 sangat mahal)
Makanan: Skala 1 – 10 = 8 (1 terrify & 10 divine)
Service: Skala 1 – 10= 7 (1 worst & 10 Excellent)
Fasilitas: Dine in, playground for kids
Tempat: Playful and Colorful
Cocok untuk: Friends, Family

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kopi Made


Masih di hari yang sama ketika gue jajan kue cubit sama Okta, malam minggu gue kali ini gue lalui bersama Okta. Such a disaster honestly. Tapi apa boleh buat, karena gak ada pacar sama Okta pun jadi, asal konteksnya wisata kuliner. Huahaha…



 Setelah jajan kue cubit, gue sama Okta memutuskan untuk ngopi-ngopi santai di salah satu kedai kopi dekat rumah kami, yaitu Kopi Made yang letaknya ada di kawasan Buaran. Kopi Made ini udah cukup lama buka tapi gue belom pernah dateng karena selalu terlihat sepi.



Ambiance

 Dilihat dari luar, area café yang satu ini lumayan luas dan lebar loh. Parkirannya cukup luas dan bagian dalamnya juga luas. Ada 2 area yang bisa dipilih, yaitu outdoor dan indoor. Sesuai dengan namanya, Kopi Made memilih nuansa Bali yang dipadukan dengan desain coffee shop modern ala Jakarta. Bahkan sentuhan Bali nya jadi tidak begitu dominan karena desain coffee shop ala Jakarta tadi.



 Gue dan Okta memilih untuk minum kopi di area indoor. Terlihat meja barista yang terletak di sisi samping café serta etalase aneka pastry yang sebenarnya cukup menggoda untuk dimakan. Tapi karena udah jajan kue cubit, kita Cuma pesen minuman aja malem itu.



 Menu kopinya juga cukup beragam loh, dengan harga yang standar ala coffee shop masa kini. Mungkin itu lah penyebab café ini sepi pengunjung, karena harganya cukup mahal untuk café di kawasan Buaran. Kalo harga segitu di Senopati mah, murah banget masuknya.

Beverages

 Malem itu gue mesen minuman yang namanya Kahlua Italian Soda (Rp. 22.000). Untuk rasa, minuman ini cocok untuk yang suka cita rasa kopi pahit. Gue bukan ahli kopi sih, tapi dari cita rasa yang gue minum, ini kaya pake kopi hitam klasik gituh, dicampur sama soda dan sedikiiiit gula cair. Jadi rasa yang dominan adalah kopi hitam dan air soda. Lucu sih, pahit-pahit gimanaa gituh.



 Kalo Okta mesen Raspberry Flavored Latte (Rp. 29.000). Pas gue cicipin, rasa raspberry nya sangat amat tenggelam. Yang dominan banget adalah coffee latte nya, padahal kalo ada rasa raspberry nya kan lucu ya, kopi campur buah berry yang asam segar. Tapi sayang, rasa raspberry nya bisa dibilang punah tertelan coffee latte.



Gue nggak bisa menyimpulkan secara keseluruhan untuk review kali ini. Karena kita Cuma mesen 2 jenis minuman yang barangkali minuman itu bukan signature coffee dari Kopi Made. Tapi untuk suasana, boleh juga ngajak temen buat ngumpul disini. Karena suasananya sepi, kita jadi nyaman untuk ngobrol dan ngakak-ngakak, lebih privat juga rasanya. Pokoknya buat nongkrong boleh juga. Lain kali gue mau nyobain pastry nya deh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kedai 90's

                Sejak si Okta ngompor-ngomporin gue buat jajan kue cubit di Rawamangun, gue jadi beneran tertarik untuk nyobain jajanan yang satu ini. Emang lagi ngetop sih, kue cubit dengan aneka rasa dan topping yang sooo urban gituh. Jadi kali ini gue sama Okta cuss ke Rawamangun untuk mampir di Kedai 90’s. sayangnya kedai ini belum terdaftar di Zomato. Mungkin next time sudah ada yaa..


                Kedai 90’s ini areanya lumayan sempit. Udah gitu yang ngantri buanyak banget. Ini kedai emang lagi happening buat anak Jakarta Timur. Selain harganya murah, kue cubit ini divariasikan dengan topping yang menggugah selera.


                Sore itu, gue dan Okta emmilih untuk membungkus kue cubit kami karena ramai sekali sehingga tidak ada kursi untuk makan ditempat. Kami memesan kue cubit green tea dengan topping kitkat, kue cubit bubble gum, dan kue cubit red velvet.
                Untuk kue cubit Green Tea KitKat, gue kasih 2 jempol buat rasa green tea nya. Rasanya enak banget karena green tea nya phit bukan green tea manis yang terbuat dari bubuk green tea kiloan abal-abal. Yang satu ini rasa matchanya sudah mirip dengan matcha asli yang pahit-pahit sexy. Tapi sayangnya, kitkat yang dijadikan topping justru melempem dan nggak crunchy. Ntah karena basah kena kue cubitnya atau memang yang masak lupa nutup toples Kitkat, makanya lempem. Hiks..


                Selanjutnya kue cubit Bubble Gum, yang ini rasanya unik karena seperti permen karet. Warnanya pun biru toska gitu, kaya warna racun. Haha.. Tapi enak kok, rasanya lucu dan kue cubitnya empuk.


                Nah yang warnanya merah menyala ini adalah kue cubit Red Velvet. Untuk soal rasa, yang red velvet ini bisa dibilang enak karena mirip red velvet latte yang pernah gue minum di Jorney Coffee. Tapi sayangnya, kue cubitnya bantet! Mungkin adonan tepungnya rada kebanyakan dan alhasil jadi agak bantet gituh. Nggak fluffy. Tapi yang rasa lain nggak bantet kok, mungkin yang ini adonannya agak beda ya.



                Overall, kedai 90’s memang cocok untuk jajan lucu tanpa mengeluarkan uang banyak. Semua kue cubit harganya 10 ribu saja dan untuk topping paling mahal 5 ribu doang. Ada menu lain yang mengingatkan kita-kita anak 90an, seperti telor gulung salah satunya yang juga sangat laku disini. Selamat makan!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sambal Kampoeng

                Sore itu, gue pulang ngantor dijemput nyokap, dan ternyata nyokap ngajakin sahabatnya yaitu tante Lilis. Kita sempet mampir di warung makan sunda yang ada di daerah Pondok Kelapa. Secara restoran itu searah sama jalan pulang. Udah gitu cuacanya lai ujan dereeess banget, jadi bikin perut laper. Akhirnya kita mampir lah ke warung makan Sunda yang deket sama rumah, yaitu Sambal Kampoeng.

Ambiance
                Suasana restoran ini nggak begitu eksklusif sih, tapi cukup nyaman dengan adanya area lesehan diatas dipan kayu gitu. Meja-meja rendah ditata sebaris memanjang diatas dipan kayu. Suasananya memang Sunda sekali lengkap dengan dinding yang menggunakan motif tikar anyaman.


                Untuk memesan makanan, ternyata disini sistemnya tuh prasmanan. Ada berbagai menu makanan yang terpajang di etalase kaca ala rumah makan padang gituh. Bedanya ini disajikan dengan wadah tanah liat yang dilapisi daun pisang, jadi nuansa Sundanya dapet banget.


                Kita tinggal ambil nasi, pilih lauk dan sayur, serta sambal, kemudian mintalah pelayan warung untuk memanaskan lauk yang kita pilih. Nantinya pesanan kita akan langsung diantar ke meja dalam keadaan panas.



Food
                Malem itu, gue, nyokap, dan tante Lilis mesen aneka lauk yang kita share bareng-bareng. Gue mesen ayam goreng.  Standar banget yak. Tapi asanya enak kok, lembut dan nggak ngaret gitu tekstur ayamnya. Gue juga mesen pepes tahu. Kirain pepes tahunya bakalan pedes, ternyata nggak kok. Rasanya standar pepes tahu pada umumnya.


                Para emak mesen masakan olahan ikan untuk menu makan malem. Ada pepes ikan peda sama pepes ikan bawal kalo gak salah. Gue nggak nyobain menu ini. Tapi kata nyokap dan tante Lilis, pepes ikannya enak banget. Bikin napsu makan semakin besar dan bawaannya pengen nambah nasi mulu. Makin yahut karena makannya pake sambel ulek gitu, sambelnya mantep deh.


                Untuk sayurnya, kita mesen sayur asem dan tumis jamur. Sayur asemnya seger banget, nggak terlalu asem dan pedesnya juga pas. Lengkap dengan beberapa bonggol jagung, labu, dan melinjo, sayur asem panas gini enak banget disantap saat cuaca hujan deras begitu. Oya, ada lalapan gratis juga loh. Lumayan kan.




                Untuk tumis jamurnya juga enak. Sayangnya gue kurang banyak ngambil tumis jamurnya. Padahal rasanya enak banget. Huhu.. untuk minuman kita Cuma pesen teh tawar panas karena cocok banget sama suasananya. Dan teh tawarnya gratis jugak. Lumayaan..



                Overall makan disini benar-benar memuaskan. Harganya murah loh. Kita bertiga makan sebanyak itu, prasmanan, Cuma abis 80 ribu pas! Nambah kerupuk dan nasi putih pulak. Rasanya enak harganya murah, tempatnya juga nyaman. Cocok buat acara arisan yang santai maupun makan bersama keluarga. Simple, sederhana, tapi bikin orang pengen balik lagi. Hehe..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS